Kemenperin Targetkan Sektor Industri Capai Emisi Nol Bersih pada 2050
- 21 Apr 2026 10:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin menargetkan sektor industri mencapai emisi nol bersih atau "net zero emission" (NZE) pada 2050.
- Strategi dekarbonisasi dilakukan melalui lima pilar, termasuk efisiensi energi dan teknologi CCU..
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pencapaian emisi nol bersih (net zero emission/NZE) sektor industri pada 2050. Ini berarti sektor manufaktur nasional diharapkan mampu mewujudkan NZE lebih cepat 10 tahun dari target nasional.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pemerintah berkomitmen kuat untuk mempercepat transformasi industri rendah karbon. Menurut dia, langkah strategis yang terukur menjadi kunci utama untuk mendorong daya saing global saat ini.
“Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat transformasi industri menuju rendah karbon,” ujarnya, Selasa 21 April 2026. Menurut Menperin, target NZE sektor industri akan diwujudkan melalui berbagai langkah strategis yang terukur dan implementatif.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, selanjutnya memaparkan lima pilar utama dekarbonisasi. Menurut dia, optimalisasi proses produksi dan efisiensi bahan baku menjadi instrumen penting bagi penguatan industri hijau.
Emmy mengatakan penerapan teknologi carbon capture utilization (CCU) akan mendukung pembaruan sistem manufaktur. Kemudian elektrifikasi serta substitusi energi menjadi bagian integral dalam upaya penekanan emisi secara berkelanjutan.
“Strategi ini dilaksanakan melalui lima pilar utama, yaitu efisiensi energi dan bahan baku melalui optimalisasi proses produksi, substitusi bahan bakar dan bahan baku,” ujarnya. Kemudian pembaruan proses produksi menggunakan teknologi yang lebih efisien, elektrifikasi, serta penerapan teknologi CCU.
Sektor industri semen memiliki peran sangat strategis dalam agenda dekarbonisasi nasional nasional. Kapasitas produksi semen Indonesia mencapai angka 121,66 juta ton per tahun.
Kemenperin sedang menyusun peta jalan terstruktur sebagai panduan implementasi teknologi ramah lingkungan. Sektor semen telah berhasil menurunkan angka emisi spesifik hingga mencapai level yang memuaskan.
Penggunaan energi alternatif atau thermal substitution rate (TSR) mengalami kenaikan signifikan. Yaitu tumbuh menjadi 12,58 persen dari posisi awal yang hanya sebesar 3 persen.
Emisi spesifik industri semen kini berhasil ditekan menjadi 566,3 kilogram karbon dioksida per ton. Pencapaian luar biasa ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi awal sebesar 724 kg.
Pemerintah juga mewajibkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen sesuai dengan regulasi teknis yang terbaru. Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada sektor semen saat ini telah mencapai angka 98,32 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....