Mendiktisaintek Dorong Kolaborasi Indonesia-Uni Eropa Teknologi Hijau
- 22 Apr 2026 16:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmen Indonesia memperkuat kolaborasi riset dengan Uni Eropa khususnya dalam pengembangan teknologi hijau untuk menjawab tantangan perubahan iklim
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmen Indonesia memperkuat kolaborasi riset dengan Uni Eropa. Khususnya dalam pengembangan teknologi hijau untuk menjawab tantangan perubahan iklim.
“Kami bersama Uni Eropa menggelar workshop, seminar, forum ilmiah green energy untuk solusi iklim berkelanjutan global hari ini. Langkah ini sebagai langkah memperkuat kolaborasi riset dan inovasi menghadapi tantangan perubahan iklim dunia bersama,” kata Brian Yuliarto saat konferensi pers usai menghadiri Forum Kolaborasi Sainstek Indonesia-Uni Eropa, Rabu, 22 April 2026.
Brian menyampaikan, kerja sama antara Indonesia dengan Uni Eropa bukan hal yang baru, namun kini difokuskan pada penguatan teknologi hijau nasional. Menurut Brian, pemerintah menjadikan teknologi hijau sebagai salah satu prioritas utama untuk mendorong daya saing industri nasional di tingkat global.
“Kerja sama ini sebenarnya sudah lama berjalan, tetapi hari ini kita fokus pada topik green technology. Salah satu topik besar pembangunan Indonesia adalah green technology agar industri kita mampu bersaing di dunia internasional,” ucapnya.
Brian menjelaskan, kolaborasi dengan Uni Eropa mencakup berbagai program, mulai dari riset bersama hingga pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Program kolaborasi memungkinkan mahasiswa melakukan penelitian lintas negara guna memperkuat pemahaman teknologi global serta daya saing inovasi nasional.
“Kami melakukan kerja sama riset, joint research, hingga program beasiswa dengan negara-negara Uni Eropa. Mahasiswa akan berkeliling ke berbagai negara untuk penelitian agar dapat membangun kolaborasi dan menyerap teknologi maju,” ucap Brian.
Selain itu, Brian menyoroti pentingnya pengelolaan limbah elektronik yang terus meningkat di Indonesia dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Menurutnya, pengelolaan limbah elektronik tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi.
“Jumlah sampah elektronik di Indonesia sangat besar sehingga perlu dikelola melalui daur ulang agar tidak membahayakan masyarakat. Recycle limbah elektronik ini justru bisa menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola dengan baik,” ucap Brian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....