Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Diesel
- 22 Apr 2026 12:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Brian Yuliarto menyebut pemerintah mempercepat pengembangan PLTS skala besar
- Target penggantian pembangkit diesel sebesar 10 gigawatt pada tahun ini
- Potensi instalasi PLTS mencapai 17 gigawatt hasil perhitungan lintas kementerian dan lembaga
RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar sebagai bagian dari transisi energi bersih nasional. Program ini ditargetkan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis diesel.
Mendikti Saintek Brian Yuliarto mengatakan pemerintah telah mengevaluasi sejumlah program strategis, termasuk pengembangan PLTS berkapasitas besar. “Evaluasi terkait beberapa program terutama tadi bersama Danantara kaitannya dengan program PLTS 100 Giga,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Selasa, 21 April 2026.
Brian menjelaskan Presiden meminta percepatan pelaksanaan program tersebut, terutama untuk menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel di berbagai wilayah. Ia menyebut, target penggantian pembangkit diesel ditetapkan sebesar 10 gigawatt pada tahun ini.
“Jadi tadi dari hasil rapat yang sudah dilakukan antara Danantara, PLN dan juga para ahli di kementerian dan beberapa perguruan tinggi. Ditargetkan tahun ini 10 giga yang diesel,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan penambahan kapasitas energi terbarukan guna mendukung transisi energi. Berdasarkan perhitungan bersama Kementerian ESDM, PLN, Danantara, serta akademisi, potensi instalasi PLTS diperkirakan mencapai 17 gigawatt.
“Kemudian yang lainnya juga akan ditambah kira-kira sampai 7 giga, jadi untuk saat ini dari perhitungan bersama-sama Kementerian ESDM, PLN, Danantara. Selain itu juga beberapa ahli perguruan tinggi itu kira-kira 17 Giga bisa dilakukan instalasi PLTS,” ujar Brian.
Terkait lokasi pembangunan, Brian menyebut pelaksanaan program akan berada di bawah koordinasi PLN. “Lokasinya nanti, semuanya dari PLN sebagai implementator program tersebut,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....