Putra Nababan Serukan Gerakan Menanam untuk Pelaku UMKM dan Pegiat Wisata
- 22 Apr 2026 11:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Putra Nababan mengajak pelaku UMKM dan wisata Jakarta Timur mengintegrasikan gerakan menanam dengan pariwisata berkelanjutan
- Peringatan Hari Bumi ditekankan tidak hanya simbolis, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif
- Sinergi pariwisata dan pangan dinilai mampu menciptakan daya tarik wisata baru sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mengajak pelaku UMKM dan pegiat wisata membudayakan gerakan menanam tanaman pendamping beras. Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Bumi sekaligus mendorong kedaulatan pangan berbasis lingkungan dan usaha lokal berkelanjutan.
Kegiatan ini berlangsung dalam Bimbingan Teknis bertema literasi bisnis dan strategi pengembangan kewirausahaan industri pariwisata berbasis kelokalan di Jakarta Timur. Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Bumi sedunia yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup.
Putra menegaskan bahwa pelaku pariwisata perlu mengubah paradigma menuju praktik yang lebih berkelanjutan serta menghargai nilai-nilai lokal. Ia menyampaikan bahwa tren wisata saat ini semakin mengarah pada pengalaman autentik yang dekat dengan alam dan budaya setempat.
"Pariwisata masa depan bukan lagi soal kemewahan yang seragam, melainkan kejujuran dan keberlanjutan. Wisatawan kini mencari pengalaman yang menyatu dengan alam dan menghargai kearifan lokal," kata Putra di hadapan ratusan pelaku UMKM Jakarta Timur, Selasa, 21 April 2026.
Menurut Putra, memperingati Hari Bumi tidak cukup hanya dengan kegiatan simbolis seperti menanam pohon hias atau menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa menjaga bumi harus diiringi upaya menjaga keberlangsungan hidup manusia melalui penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Putra juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri terkait pentingnya kedaulatan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa kemampuan bangsa untuk berdikari menjadi pondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian global yang terus berkembang.
"Sebagaimana pesan kuat yang selalu disampaikan Ibu Mega, kita tidak boleh hanya diam berpangku tangan melihat ketidakpastian dunia. Beliau selalu mengingatkan: 'Jangan biarkan sejengkal tanah pun tidur tanpa menghasilkan.' Memperingati Hari Bumi berarti kita muliakan kembali tanah kita untuk memberi makan rakyat kita sendiri," ujarnya.
Putra menginstruksikan pelaku wisata di Jakarta Timur untuk mengintegrasikan konsep pariwisata hijau dengan gerakan menanam tanaman pangan pendamping beras. Ia mendorong pemanfaatan setiap ruang usaha, termasuk pekarangan rumah dan halaman restoran, untuk kegiatan bercocok tanam produktif.
"Mari kita tanam singkong, ubi jalar, umbi garut, jagung, sukun, porang, sorgum, pisang, sagu, hingga talas. Bayangkan jika setiap destinasi wisata di Jakarta Timur menjadi etalase pangan lokal, Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan,” ucapnya.
Putra menilai langkah tersebut sebagai bagian dari literasi bisnis yang cerdas dan adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan memadukan pariwisata dan pangan, pelaku UMKM dapat menciptakan nilai tambah sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.
"Sebab apalah artinya pariwisata yang tampak hijau dan asri di permukaan, jika fondasi kehidupan warga di dalamnya masih cemas akan urusan perut?. Mari kita jadikan Jakarta Timur lumbung pangan yang tangguh, sekaligus destinasi wisata yang berkarakter," kata Putra.
Kegiatan Bimtek ini diharapkan menjadi titik balik bagi pelaku UMKM di Jakarta Timur untuk meningkatkan kapasitas usaha secara menyeluruh. Para peserta didorong menjadi pelaku usaha yang melek teknologi, kuat secara permodalan melalui akses KUR, serta peduli lingkungan dan kedaulatan pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....