Jangan Sekadar Jualan, Putra Dorong UMKM Jaktim Melek Bisnis
- 21 Apr 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jangan Sekadar Jualan, Putra Dorong UMKM Jaktim Melek Bisnis
- Putra Nababan Dorong UMKM Jaktim Melek Bisnis
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan menegaskan potensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta Timur sangat besar. Namun, ia menilai masih banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis tanpa strategi yang matang.
“Kita punya Condet dengan wangi parfumnya, Jatinegara dengan kuliner legendanya. Sayangnya, kita sering hanya sekadar jualan," kata Putra saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Literasi Bisnis: Strategi Pengembangan Kewirausahaan Industri Pariwisata Berbasis Kelokalan” di Jakarta Timur, Senin 20 April 2026.
"Lewat literasi bisnis, kita ingin pelaku usaha tidak hanya menjual produk, tetapi juga cerita di baliknya.” Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami konsep storytelling dalam pemasaran.
Ia mencontohkan, pengrajin batik di Ciracas dan Pulo Gadung dapat meningkatkan nilai produk dengan mengangkat filosofi di balik motif yang dibuat. “Wisatawan saat ini mencari pengalaman yang autentik, bukan sekadar produk,” ujarnya.
Putra menambahkan, penguatan literasi bisnis bertujuan tidak hanya mendorong pertumbuhan industri secara statistik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha. “Kita ingin identitas lokal Jakarta Timur menjadi daya saing global,” katanya.
Selain itu, persoalan akses permodalan turut menjadi perhatian. Ia menilai masih banyak pelaku UMKM yang belum memanfaatkan fasilitas perbankan karena kurangnya pemahaman.
Dalam kesempatan tersebut, Putra memperkenalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebagai salah satu solusi pembiayaan dengan bunga rendah dan persyaratan yang relatif mudah,
Selama pelaku usaha memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan usaha yang berjalan. “Jangan sampai ide usaha yang baik terhambat karena keterbatasan modal,” ujarnya.
Putra juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan di tengah perkembangan sektor pariwisata. Ia mengajak pelaku UMKM untuk memanfaatkan lahan yang ada guna mendukung kemandirian pangan.
Ia menyinggung pentingnya semangat berdikari sebagaimana yang kerap disampaikan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. “Jangan biarkan lahan kosong tidak dimanfaatkan, sebab ketahanan pangan harus menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat,” kata Putra.
Pelaku UMKM, lanjutnya, dapat mulai menanam komoditas alternatif seperti singkong, ubi, jagung, dan talas. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan, langkah ini juga berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik agrowisata perkotaan.
Dengan demikian, Jakarta Timur diharapkan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki ketahanan pangan yang kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....