DPR Beberkan Perbandingan Waktu Produksi Lobster di Indonesia dengan Vietnam

  • 22 Apr 2026 08:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Sumail Abdullah mengungkapkan, budidaya lobster dalam negeri masih menghadapi tantangan
  • Politikus Gerindra ini pun mencontohkan, perbandingan waktu produksi lobster di Indonesia dengan Vietnam
  • Budidaya di Indonesia, seperti di Bali Barat, membutuhkan tambahan waktu dua hingga tiga bulan akibat perbedaan ekosistem

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Sumail Abdullah mengungkapkan, budidaya lobster dalam negeri masih menghadapi tantangan. Terutama, tantangan budidaya lobster dari sisi waktu produksi.

Politikus Gerindra ini pun mencontohkan, perbandingan waktu produksi lobster di Indonesia dengan Vietnam. Di Vietnam, dijelaskannya dapat memanen lobster dalam waktu sekitar enam bulan.

"Budidaya di Indonesia, seperti di Bali Barat, membutuhkan tambahan waktu dua hingga tiga bulan akibat perbedaan ekosistem. Tambahan waktu itu membuat budidaya kita kurang kompetitif dibanding Vietnam," kata Sumail dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Karena perbedaan waktu budidaya yang cukup lama, Sumail mengatakan, banyak pelaku usaha memilih mengekspor benih bening lobster (BBL). "Peluangnya lebih banyak untuk memenuhi pasar domestik,” ucap Sumail.

Kemudian, ia menyoroti, aspirasi para nelayan dan pembudidaya lobster yang diterima Komisi IV DPR. Aspirasi tersebut, dipastikannya menjadi bahan pertimbangan DPR dalam merumuskan kebijakan bersama pemerintah.

Terlebih, Sumail menuturkan, masukan tersebut bertujuan untuk menciptakan formulasi terbaik. Yakni, dapat menyeimbangkan kepentingan ekspor dan penguatan budidaya lobster nasional.

“Masukan dari pembudidaya lobster semua saat RDPU Komisi IV kemarin akan kami dorong. Agar pemerintah dapat menghadirkan kebijakan terbaik demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sumail.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono berencana, membangun 20 ribu Keramba Jaring Apung (KJA). KJA tersebut, sebagai zona budidaya lobster di kawasan Kampung Kerapu, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Menteri KKP saat mengunjungi Kampung Kerapu pada Selasa, 30 Desember 2025. "Kunjungan kami ke sini untuk melihat potensi Kampung Kerapu yang akan dijadikan zona budidaya lobster," kata Menteri KKP saat berada di Kampung Kerapu.

Ia mengungkapkan, Indonesia memproduksi benih lobster yang melimpah namun raib entah kemana. Justru negara yang tidak mempunyai benih lobster berkualitas, bisa melakukan budidaya, salah satunya Negara Vietnam.

"Sudah lama alam kita itu memproduksi benih lobster yang begitu melimpah tapi raib ya. Saya tidak tahu raib kemana tapi yang pasti, negara lain yang tidak punya bibit lobster bisa membudidaya," ucap Menteri KKP.

Menurut Menteri KKP, wilayah laut Situbondo sangat cocok untuk dijadikan zona budidaya lobster. Bahkan ia sudah mendiskusikan rencana itu dengan Direktorat Jenderal Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Nah ini salah satu yang akan kita bangun di daerah sini dan kita sudah diskusi dengan pak dirjen budidaya. Saya minta dukungan pak bupati dan ibu wakil bupati," ujar Menteri KKP.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....