Pacu Hilirisasi, Kemenperin Ekspor Perdana Olahan Kakao ke Prancis

  • 20 Apr 2026 16:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong hilirisasi kakao melalui ekspor perdana produk olahan ke Prancis.
  • Ekspor cocoa butter dan cokelat menunjukkan daya saing industri pengolahan Indonesia di pasar global.
  • Hilirisasi diharapkan memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kesejahteraan petani kakao.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memacu penguatan hilirisasi industri kakao melalui perluasan pasar internasional. Ia menegaskan bahwa ekspor produk olahan ke Prancis menjadi bukti nyata tingginya nilai tambah manufaktur dalam negeri.

Agus menyatakan bahwa pengiriman perdana ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses pasar produk olahan pangan nasional. Menurutnya, industri pengolahan kakao Indonesia kini terbukti mampu menghasilkan barang berkualitas tinggi yang sangat kompetitif di level dunia.

“Pelepasan ekspor perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar produk kakao dan cokelat Indonesia. Sekaligus menunjukkan industri pengolahan dalam negeri mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi di pasar global,” kata Agus di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Pemerintah menargetkan semakin banyak pelaku usaha yang mampu mentransformasi bahan mentah menjadi produk hilir yang memiliki nilai ekonomi. Keberhasilan menembus pasar ekspor akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada sektor manufaktur.

Menperin berharap pencapaian PT Adore Rempah Indonesia (Adore) menjadi pemacu semangat bagi pelaku industri agro lainnya di tanah air. Lanjutnya, inovasi produk dan perluasan jaringan pemasaran ke mancanegara merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global sekarang.

“Kami memacu semakin banyak industri nasional yang mampu menembus pasar ekspor melalui produk hilir bernilai tambah. Sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Agus.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar (Minuman, Hastabak dan Basegar) Merrijantij Punguan Pintaria menekankan pentingnya penguatan hilirisasi. Lanjutnya, ekspor produk cocoa butter ke Eropa membuktikan bahwa standar industri Indonesia sudah sesuai dengan persyaratan pasar internasional.

Merrijantij menyatakan bahwa kebijakan pemerintah saat ini sangat fokus pada upaya meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Menurutnya, kapabilitas industri pengolahan kakao yang semakin kuat akan memperkokoh posisi Indonesia sebagai eksportir produk olahan cokelat utama.

“Ekspor cocoa butter dan white chocolate ke pasar Prancis ini menunjukkan bahwa industri pengolahan kakao Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Merrijantij.

Penguatan sektor hilir diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi petani di hulu. Sinergi antara pabrikan dan petani kakao lokal harus terus diperkuat guna menjamin kualitas bahan baku yang dihasilkan.

Pemerintah terus mengupayakan terciptanya ekosistem industri yang sehat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh semua pihak. Lanjutnya, kesejahteraan petani kakao menjadi salah satu target utama dalam pelaksanaan program hilirisasi industri pengolahan pangan ini.

“Kami terus mendorong keterpaduan antara sektor hulu dan hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan. Sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani kakao,” kata Merrijantij.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....