Berdialog dengan Mantan Napiter, Mensos: Pemerintah Ingin Mendengar

  • 21 Apr 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos Saifullah Yusuf dialog dengan eks napiter di Palu
  • Program fokus pada rehabilitasi dan pemberdayaan sosial
  • Sebanyak 67 eks napiter ikut serta dalam kegiatan
  • Bantuan disesuaikan melalui asesmen kebutuhan seperti pelatihan dan modal usaha
  • Program bertujuan mendukung reintegrasi sosial dan deradikalisasi

RRI.CO.ID, Palu - Menteri Sosial Saifullah Yusuf berdialog dengan mantan narapidana terorisme (napiter) di UIN Datokarama Palu. Kegiatan ini fokus pada rehabilitasi dan pemberdayaan sosial.

Dialog ini tindak lanjut kerja sama Kemensos dan UIN Datokarama Palu. Program diarahkan penanganan kelompok rentan terutama eks napiter.

Sebanyak 67 eks napiter hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka bagian dari 105 orang lembaga deradikalisasi Palu Poso.

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan,pemerintah ingin mendengar kebutuhan eks napiter. Hal ini penting menentukan intervensi sosial yang tepat.

Mensos menegaskan pentingnya mendengar langsung aspirasi penerima manfaat eks napiter. “Saya ingin lebih banyak mendengar dari bapak-bapak sekalian karena masukan Anda sangat penting.” ucapnya, dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.

Ia menjelaskan layanan Kemensos meliputi perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Layanan disesuaikan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

Mensos menyebut proses asesmen menjadi tahap awal pemberian bantuan sosial. Asesmen menentukan kebutuhan pelatihan atau modal usaha peserta.

Peserta dialog, Akbar, menyampaikan berbagai masukan terkait program pembinaan. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Menteri Sosial.

Ia berharap program pembinaan dapat terus dilanjutkan pemerintah. Dukungan pemerintah, menurutnya, sangat penting agar mantan napiter kembali berfungsi sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....