Kemensos Siapkan Jalur Kerja bagi Lulusan Sekolah Rakyat
- 07 Sep 2026 23:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos menyiapkan jalur pengembangan keterampilan bagi lulusan Sekolah Rakyat yang memilih langsung bekerja
- Pelatihan akan disesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi siswa
- Kemensos melibatkan Pungky Sumadi dalam penyusunan kurikulum keterampilan
- Lulusan Sekolah Rakyat diarahkan memiliki kompetensi kerja selain ijazah
- Siswa yang memilih melanjutkan pendidikan dapat memperoleh dukungan beasiswa sesuai persyaratan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan jalur pengembangan keterampilan bagi lulusan Sekolah Rakyat yang memilih bekerja. Pelatihan akan disesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi siswa sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan siswa Sekolah Rakyat memiliki pilihan melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Bagi siswa yang memilih bekerja, mereka akan diarahkan mengikuti pelatihan keterampilan sesuai potensinya.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat makan malam bersama 409 siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, Minggu, 6 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul didampingi mantan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Pungky Sumadi.
Gus Ipul menjelaskan siswa yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan beasiswa. Sementara siswa yang memilih bekerja akan mendapat jalur pengembangan keterampilan sebagai tenaga terampil.
“Kalau menjadi pekerja terampil, maka harus mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan minat dan paketnya,” ujar Gus Ipul.
Untuk mematangkan jalur tersebut, Kemensos melibatkan Pungky Sumadi dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum keterampilan. Kurikulum tersebut diarahkan agar pelatihan siswa relevan dengan kebutuhan dan pilihan pekerjaan.
Menurut Gus Ipul, keterampilan penting agar lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya memiliki ijazah. Siswa juga perlu memiliki kompetensi yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.
Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi siswa menentukan masa depan berdasarkan kemampuan dan ketertarikannya. Siswa yang memiliki minat tertentu diharapkan mendapat pelatihan lebih terarah dan relevan.
Salah satu siswa, Linggar Ardiansyah, merasakan manfaat pengembangan keterampilan di Sekolah Rakyat. Siswa berusia 17 tahun itu sebelumnya sempat berhenti sekolah selama dua tahun.
Selama tidak bersekolah, Linggar bekerja sebagai tukang sapu, penjaga toilet, hingga kernet angkot. Kini, ia kembali belajar sekaligus mengembangkan minatnya di bidang tata boga.
“Di SRMA saya dulu, saya belajar keterampilan, khususnya tata boga. Saya memang hobi masak,” ujar Linggar.
Gus Ipul juga menekankan keberlanjutan pendidikan bagi siswa Sekolah Rakyat. Lulusan SD diarahkan melanjutkan ke SMP, sementara lulusan SMP dapat melanjutkan ke SMA Sekolah Rakyat atau jalur pendidikan lain.
Siswa SMA yang berprestasi dan memenuhi persyaratan juga dapat mendaftar ke Sekolah Garuda. Pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan lebih luas bagi siswa Sekolah Rakyat.
Kemensos berharap penguatan pendidikan dan keterampilan menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik sekaligus kompetensi kerja. Dengan demikian, siswa memiliki lebih banyak pilihan membangun masa depan sesuai potensi masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....