Antisipasi Potensi Keracunan, Wamenkes Beri Tips MBG di Tangsel
- 21 Apr 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Oktavianus membatasi jumlah porsi pemberian makan bergizi gratis (MBG) guna mengantisipasi keracunan
- Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan mengapresiasi mitra pemerintah yang sudah berpartisipasi dalam program makanan bergizi gratis
RRI.CO.ID, Tangerang - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus meninjau Sekolah Khusus Negeri 01 Pondok Aren, Tangerang, Banten, Senin, 20 April 2026. Kunjungan dilakukan untuk melihat pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) bagi siswa berkebutuhan khusus.
Dalam kunjungan tersebut, Benjamin memberikan saran terkait pembatasan jumlah porsi makanan. Hal ini untuk mengantisipasi potensi keracunan dalam distribusi makanan bergizi gratis.
Benjamin menyaksikan langsung siswa menikmati menu makanan bergizi gratis yang disediakan. Ia juga sempat berinteraksi dengan para siswa mengenai kualitas makanan.
"Gimana masakannya enak?," tanya Benjamin kepada para siswa di lokasi. Para siswa menjawab serentak dengan penuh semangat.
"Enak," sahut para siswa secara bersamaan kepada Wamenkes. Respons tersebut menunjukkan penerimaan positif terhadap program makanan bergizi gratis.
Benjamin mengatakan, pentingnya pembatasan porsi pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Ia menyebut jumlah porsi berlebih dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.
"Kalau sampai 3.000 porsi beresiko, jadi harus dibatasi. Tidak boleh lebih guna mengantisipasi keracunan," ujar Benjamin.
Menurutnya, jumlah ideal produksi makanan setiap SPPG maksimal sekitar 1.000 porsi. Jika melebihi batas, kualitas makanan berpotensi menurun dibanding kuantitas produksi.
Benjamin juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kandungan gizi dan kebersihan makanan. Ia menilai jumlah porsi lebih sedikit memudahkan proses pemantauan.
Di lokasi itu Wamenkes juga sempat berdialog dengan pengelola Omah Kulina, salah satu penyedia ompreng paket BMG yang dibiayai pihak swasta. Benjamin melihat langsung kondisi dapur.
"Satu bulan sekali kami ditinjau Dinas Kesehatan pak. Selama satu tahun belum ada kasus keracunan," ujar pengelola.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Ronny Bona Tua Hutagalung turut mendampingi kunjungan. Ia mengapresiasi peran mitra swasta dalam mendukung program makanan bergizi gratis.
Menurut Ronny, program ini bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Program tersebut menjadi bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045.
Ia berharap jumlah mitra swasta dalam program ini terus bertambah di Tangerang Selatan. Dukungan swasta dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program di lapangan.
Ronny mengatakan, keterlibatan swasta membantu efisiensi rantai pasok dan kualitas gizi. Selain itu, program ini juga mendorong pemberdayaan usaha kecil dan inovasi teknologi pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....