Pimpinan UNJ Ziarah Husen Mutahar, Perkuat Usulan Pahlawan Nasional
- 20 Apr 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Usulan gelar Pahlawan Nasional bagi Husen Mutahar
- Keluarga besar Pramuka UNJ menyiapkan langkah strategis pengusulan gelar bagi Husen Mutahar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti ziarah di pusara Husen Mutahar di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan, Minggu, 19 April 2026. Kegiatan yang digelar pimpinan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama keluarga besar Pramuka ini menjadi momentum penguatan usulan gelar Pahlawan Nasional bagi Mutahar.
Rektor UNJ, Komarudin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai langkah ini mencerminkan kesadaran historis dan tanggung jawab moral bersama.
"Saya mengapresiasi keluarga besar Pramuka UNJ yang menginisiasi usulan ini. Kami memohon dukungan seluruh elemen Pramuka agar ikhtiar terwujud," kata Komarudin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Menurutnya, jasa Mutahar tetap hidup dalam ingatan kolektif bangsa. Karya lagunya menjadi sarana membangun nasionalisme dan persatuan masyarakat.
Lagu seperti Syukur, Hari Merdeka, dan Dirgahayu Indonesia dikenang luas. Selain itu, Hymne Pramuka juga memperkuat nilai kebangsaan generasi muda.
Mutahar dinilai sebagai teladan dalam gerakan kepramukaan Indonesia. Dedikasinya dianggap penting dalam pembinaan karakter generasi muda.
Keluarga besar Pramuka UNJ menyiapkan langkah strategis pengusulan gelar tersebut. Langkah meliputi penyusunan naskah akademik dan seminar ilmiah.
Selain itu, akan digelar pertunjukan musik untuk diseminasi nilai perjuangan Mutahar. Upaya ini diharapkan menjangkau publik secara lebih luas.
Pramuka UNJ juga akan berkolaborasi dengan Batavia Chamber Orchestra. Kolaborasi ini bertujuan menghidupkan kembali karya-karya Mutahar di ruang publik.
"Ziarah ini bukan sekadar seremonial, tetapi awal konsolidasi bersama. Kita bergotong royong agar jasa beliau diakui negara," ucap Rektor, tegas.
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur Pramuka dan civitas akademika UNJ. Hadir pula perwakilan organisasi dan komunitas pendidikan di Jakarta.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin pimpinan UNJ. Prosesi tabur bunga menjadi simbol penghormatan terakhir kepada almarhum.
Ziarah ini menyatukan penghormatan sejarah dan perjuangan administratif. Momentum tersebut memperkuat langkah menuju pengakuan resmi negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....