Pengamat Nilai Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi ke UMKM Tidak Signifikan

  • 20 Apr 2026 15:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kenaikan BBM non-subsidi dinilai tidak berdampak signifikan ke UMKM karena mayoritas masih memakai BBM subsidi.
  • Pemerintah diminta memastikan ketersediaan energi tetap aman agar aktivitas UMKM tidak terganggu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pelaku UMKM. Hal ini karena sebagian besar usaha kecil masih bergantung pada BBM subsidi untuk operasionalnya.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, mengatakan dampak kenaikan BBM tetap ada. Namun, besarnya pengaruh sangat bergantung pada jenis BBM yang digunakan oleh pelaku usaha.

Ia menjelaskan, mayoritas UMKM menggunakan solar subsidi atau pertalite sebagai bahan bakar utama. Kondisi ini membuat kenaikan BBM non-subsidi tidak langsung memukul sektor usaha kecil.

“Kalau menurut pendapat saya, UMKM umumnya masih menggunakan solar subsidi atau pertolite kompensasi. Jadi secara umum, ketika BBM non-subsidi naik, itu tentu tidak akan terlalu berdampak secara signifikan kepada UMKM,” kata Sofyano dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, penting untuk melihat secara proporsional sebelum menyimpulkan dampak kebijakan energi. Tidak semua pelaku usaha menggunakan BBM non-subsidi dalam kegiatan sehari-hari.

Selain itu, Sofyano juga menyoroti penggunaan LPG di masyarakat. Ia menyebut pengguna LPG 12 kilogram hanya sebagian kecil, yakni kurang dari 10 persen.

Sebaliknya, sekitar 90 persen rumah tangga masih menggunakan LPG subsidi. Hal ini membuat dampak kenaikan energi non-subsidi menjadi relatif terbatas.

“Kita bicara data ya, pengguna LPG 12 kilo di negeri ini, itu jumlahnya hanya sekitar tidak sampai 10%. Jadi katakan sekitar 90% rumah tangga negeri ini menggunakan LPG bersubsidi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah juga telah menjamin harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik hingga 2026. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas biaya bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tetap fokus menjaga ketersediaan energi. Pasokan BBM dan LPG harus tetap terjamin agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.

Sofyano menambahkan, UMKM di Indonesia memiliki daya tahan yang kuat menghadapi berbagai krisis. Pengalaman masa lalu menunjukkan sektor ini mampu bertahan dalam kondisi sulit.

“Yang penting pemerintah bisa menjamin ketersediaan BBM dan LPG yang merupakan kebutuhan dasar rakyat di negeri. Itu yang penting yang harus dijamin,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....