Pengusaha Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Beras Saat Paceklik

  • 20 Apr 2026 15:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengusaha beras meminta pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan harga saat musim paceklik.
  • Langkah penguatan stok dan stabilisasi pasar dinilai penting untuk menekan lonjakan harga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), Eko Purwanto mengigatkan, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi terhadap kenaikan harga beras saat ini. Meski menurut Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), Eko Purwanto, kondisi saat ini masih relatif aman lantaran panen raya di sejumlah daerah.

Namun, ia mengingatkan situasi bisa berubah saat memasuki akhir tahun. “Kita diuntungkan karena saat ini masa panen raya, jadi stok banyak,” katanya, saat diwawancara Pro 3 RRI, Minggu, 19 April 2026.

"Ada kemungkinan harga beras akan naik tajam saat paceklik. Diperkirakan terjadi pada Desember hingga Februari mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, saat masa paceklik, produksi beras cenderung turun. Ditambah tahun ini Indonesia mengalami fenoma el nino, yang diprediksi berdampak pada hasil produksi pertanian.

“Saat puncak musim kemarau di bulan Agustus dan September nanti, petani tidak berani nanam (padi). Maka saat akhir tahun produksi bisa turun,” kata Eko.

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah sejak sekarang. Salah satunya melalui penguatan cadangan beras nasional.

Menurut Eko, pemerintah perlu memaksimalkan penyerapan beras saat masa panen raya. “Cadangan tersebut nantinya bisa digelontorkan saat musim paceklik untuk menstabilkan harga,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....