AHY: Pendidikan Pelayaran Tentukan Masa Depan Maritim

  • 19 Apr 2026 20:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pendidikan pelayaran menjadi faktor penentu dalam membangun masa depan maritim Indonesia
  • pembangunan pelabuhan, jalur pelayaran, serta sistem logistik nasional harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelaut
  • STIP terus melahirkan lulusan unggul yang mampu memperkuat konektivitas nasional

RRI.CO.ID, Jakarta — Pendidikan pelayaran menjadi faktor penentu dalam membangun masa depan maritim Indonesia. Hal tersebut dikatakan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, saat mengunjungi STIP di Marunda, Jakarta Utara.

AHY hadir untuk menghadiri silaturahmi keluarga besar Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) bersama taruna-taruni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Menurutnya, kekuatan maritim Indonesia juga ditopang oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pelayaran.

“Pendidikan pelayaran menentukan masa depan maritim kita. Infrastruktur dan SDM harus berjalan beriringan agar konektivitas laut semakin kuat,” ujar AHY dalam keterangannya, Minggu, 19 April 2026.

Ia menekankan bahwa pembangunan pelabuhan, jalur pelayaran, serta sistem logistik nasional harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelaut. Transportasi laut, lanjutnya, bukan sekadar urusan distribusi barang, tetapi juga menyangkut kedaulatan nasional, terutama di Kepulauan Indonesia.

“Pemerintah terus mendorong penguatan konektivitas laut nasional guna memperlancar arus logistik. Dan memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara maritim strategis,” kata AHY.

Dalam kunjungan, AHY juga meninjau berbagai fasilitas pendidikan di STIP yang telah dilengkapi teknologi modern. Seperti bridge simulator, kecerdasan buatan (AI), hingga robotik.

“Infrastruktur pendidikan yang modern sangat krusial untuk melahirkan perwira yang kompeten, tangguh. Dan juga siap menghadapi tantangan di lautan internasional,” ucapnya.

AHY menambahkan, ketangguhan pelaut Indonesia harus dibentuk melalui pendidikan berkualitas. Serta kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi dinamika industri pelayaran.

Ia juga Ia menyinggung peran vital jalur pelayaran internasional serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Karena menurutnya ini harus dijaga keamanan dan kedaulatannya.

Menurut AHY, dinamika global seperti konflik di Timur Tengah yang berdampak pada Selat Hormuz dapat memengaruhi harga energi dunia. Untuk itu menunjukkan betapa pentingnya stabilitas jalur laut.

Ia berharap STIP terus melahirkan lulusan unggul yang mampu memperkuat konektivitas nasional. Kemudian menekan biaya logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

“Mari kita terus berkolaborasi untuk menurunkan biaya logistik nasiona. Dan mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....