Hetifah Apresiasi Pelaksanaan TKA Bangka Belitung di tengah Minimnya Sarana
- 19 Apr 2026 12:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hetifah Sjaifudian mengapresiasi pelaksanaan TKA di Bangka Belitung meski sarana terbatas.
- DPR menyoroti kendala infrastruktur seperti listrik, komputer, dan kekurangan tenaga guru di daerah kepulauan.
- Praktik baik Babel dinilai dapat menjadi contoh nasional serta bahan revisi kebijakan pendidikan.
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di daerah. Ia memuji konsistensi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia di tengah keterbatasan fisik.
Hetifah menyatakan, wilayah penghasil timah tersebut memiliki perhatian sangat besar terhadap peningkatan mutu pendidikan para siswa. Menurutnya, komitmen pemerintah daerah tetap terjaga secara optimal walaupun menghadapi berbagai tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan.
“Komisi X berkunjung untuk kunjungan spesifik ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai satu daerah yang tentu saja kaya akan sumber daya alam, timah, di sini juga sangat atensi kepada pengembangan sumber daya manusianya,” ujar Hetifah di Pangkalpinang, Kamis, 16 April 2026.
Ketua tim kunjungan tersebut menyoroti sejumlah hambatan teknis yang berkaitan erat dengan pemenuhan infrastruktur dasar sekolah. Lanjutnya, keterbatasan pasokan energi listrik serta ketersediaan perangkat komputer masih menjadi kendala nyata dalam pelaksanaan ujian.
Hetifah membeberkan fakta mengenai terdapat 15 sekolah yang terpaksa menumpang ke lokasi lain saat pelaksanaan ujian. Kondisi geografi kepulauan yang menantang memang menuntut adanya penyediaan sarana pendukung yang jauh lebih memadai ke depan.
“Sebagai contoh, karena ini daerah kepulauan, kemudian ada juga problem-problem terkait dengan infrastruktur dasar. Seperti listrik ataupun juga keberadaan sarana seperti komputer, sehingga masih ada 15 sekolah yang menumpang,” ucap Hetifah.
Politisi Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar) tersebut menemukan banyak informasi positif mengenai praktik baik pengelolaan pendidikan setempat. Ia menilai, keberhasilan Bangka Belitung dalam mengelola TKA layak menjadi contoh inspiratif bagi provinsi lainnya.
Hetifah menilai inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah mampu memberikan solusi efektif bagi tantangan pendidikan wilayah kepulauan. Ia mengatakan, dewan akan membawa temuan berharga ini sebagai bahan perbandingan untuk penyempurnaan sistem evaluasi nasional di pusat.
“Kami mendapatkan beberapa informasi yang sangat positif. Sebagai best practice dari apa yang sudah dilakukan di Kepulauan Bangka Belitung ini, yang bisa menjadi pembelajaran bagi daerah-daerah lain,” kata Hetifah.
Hetifah menilai pemerintah pusat perlu memberikan atensi khusus terhadap kebutuhan jumlah tenaga pengajar pada berbagai wilayah kepulauan di Indonesia. Menurutnya ketersediaan guru sangat terancam karena banyak pengajar senior memasuki masa purna bakti tanpa ada pengganti cepat.
“Kami juga melihat pentingnya pemerintah pusat memandang daerah-daerah kepulauan ini secara khusus. Karena misalnya masalah ketersediaan guru, banyak guru-guru yang memasuki masa purna bakti, tapi lambat untuk mendapatkan pengganti,” ucap Hetifah.
Meski demikian, katanya, penyelenggaraan Tes TKA pada masa mendatang harus disempurnakan berdasarkan pengalaman empiris dari berbagai pelosok daerah. “Kemudian masalah teknis penyelenggaraan TKA yang mungkin ke depan perlu disempurnakan kembali berdasarkan pengalaman di tempat ini,” ujar Hetifah.
Ia memasitikan pihaknya menyerap masukan mengenai revitalisasi gedung sekolah menengah. “Kami juga berterima kasih dengan banyaknya masukan-masukan terkait sarana-prasarana dan revitalisasi sekolah,” ujar Hetifah.
Menurutnya, seluruh temuan lapangan akan menjadi draf krusial dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang sedang berlangsung. “Mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi masukan bagi pengelolaan tata kelola guru di tingkat daerah dan nasional," kata Hetifah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....