Menteri Sosial: Sekolah Rakyat Tidak Ada Pendaftaran tapi Penjangkauan

  • 15 Apr 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf menyatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Sekolah Rakyat sudah mulai diproses
  • Berbeda dengan sekolah umumnya, Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, akan tetapi dilakukan penjangkauan

RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf menyatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Sekolah Rakyat sudah mulai diproses. Namun berbeda dengan sekolah umumnya, yakni tidak ada pendaftaran, akan tetapi dilakukan penjangkauan.

"Kalau penerimaan siswa baru sudah mulai diproses ya. Yang penting saya minta semua taat prosedur," ujar Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, Rabu 15 April 2026 di Kabupaten Tangerang.

Secara tegas Gus Ipul, Sapaan akrab Syaifullah Yusuf, tidak ada titipan, tidak ada yang menyimpang, tidak ada suap-menyuap. Memang sekolah rakyat ini diperuntukkan bagi keluarga yang paling tidak mampu.

"Jangan ada yang coba-coba untuk memasukkan, menitipkan keluarga-keluarga yang tidak memenuhi kriteria. Pasti ketahuan dan ini juga menjadi harapan instruksi dari Bapak Presiden," kata dia.

Untuk seleksi Sekolah Rakyat, lanjutnya, tidak ada pendaftaran tapi yang ada adalah penjangkauan. Kemudian penjangkauan ini tidak hanya satu pihak, tapi berbagai pihak, seperti ada pendamping-pendamping dari Kementerian Sosial, ada Dinsos setempat, ada Dikdasmen serta ada BPS.

"Jadi banyak pihak yang terlibat sebelum nanti ditetapkan oleh bupati/wali kota dan diteruskan ke kita (Kemensos, Red). Maka itu semua pihak saya harap bisa ikut mengawasi proses seleksi ini," ucapnya.

Gus Ipul memaparkan bila penjangkauan, tidak pengajuan dari daerah, namun didata dahulu ada di DTSEN, setelah itu didatangi ke rumahnya. "Jadi bukan berupa usulan tapi berbasis data, orang boleh mengusulkan tapi kembali akan dicek ke data, apa ada didata apa enggak," ujarnya.

Kemudian, Gus Ipul menuturkan untuk masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) direncanakan pada Juli 2026 mendatang. Saat ini masih sedang dalam proses rekrutmen seleksi Sekolah Rakyat.

"Sekali lagi, tidak membuka pendaftaran tapi penjangkauan, ini penting. Dan yang kedua tidak ada biaya, tidak dipungut biaya dan tidak boleh ada yang memungut biaya serta tidak ada seleksi akademik," ucap Gus Ipul.

Sementara, Pemerintah Kota Tangerang resmi mengumumkan pelaksanaan Pra SPMB 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Program ini menjadi tahapan awal penting sebelum pelaksanaan PPDB tahun ini.

Seluruh proses pendaftaran Pra SPMB 2026 dilakukan secara daring melalui laman resmi praspmb.tangerangkota.go.id. Sehingga masyarakat dapat mengakses layanan ini tanpa harus datang langsung ke sekolah maupun kantor dinas.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menyatakan, penting bagi orang tua calon peserta didik untuk mencatat jadwal pendaftaran jenjang SD. ”Yakni mulai 13 April-8 Juli 2026, layanan pendaftaran dapat diakses setiap hari pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB,” kata Wahyudi.

Pelaksanaan Pra SPMB ini merupakan upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam memberikan pelayanan yang lebih transparan, akuntabel. Ditambah lagi memudahkan masyarakat dalam proses pendataan calon peserta didik baru.

Ia menilai, tahapan Pra SPMB ini sangat penting untuk memastikan keakuratan data calon peserta didik. Dengan data yang valid sejak awal, proses pendaftaran PPDB nantinya dapat berjalan lebih cepat serta meminimalkan kendala teknis yang mungkin terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....