Menko Pratikno: Nyepi Relevan Hadapi Dunia yang Semakin Bising

  • 19 Apr 2026 09:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan nilai Hari Suci Nyepi semakin relevan di tengah dunia yang kian bising.

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai Hari Suci Nyepi dinilai semakin relevan di tengah dunia yang kian bising. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, Sabtu 18 April 2026.

Menurut dia, arus informasi dan dinamika modern membuat manusia kehilangan ruang hening untuk refleksi. “Kita dibanjiri informasi tanpa henti, tetapi sedikit yang sempat kita cerna,” katanya saat menghadiri acara Dharma Shanti Nasional Nyepi 1948 Saka/2026 di Bali,

Menko mengatakan kondisi tersebut memicu respons emosional yang lebih cepat dibandingkan kebijaksanaan. Karena itu, Pratikno menekankan pentingnya nilai reflektif Nyepi sebagai penyeimbang dalam kehidupan sosial.

“Kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan,” ujarnya. “Sehingga, Nyepi mengajarkan untuk berhenti sejenak, hening, dan menata kembali hubungan dengan diri sendiri serta sesama.”

Pratikno juga menguraikan tiga nilai utama Nyepi, yakni Amati Geni, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan. Semuanya dinilai relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, termasuk di ruang digital.

“Melalui Amati Geni kita belajar menahan amarah dan kebencian,” ujarnya. Terutama di tengah perbedaan yang kerap memicu konflik.

Sedangkan Amati Lelungan mengajak masyarakat memperkuat hubungan sosial secara nyata. Kemudian Amati Lelanguan menekankan pengendalian diri dari kesenangan berlebih serta kepekaan sosial.

“Kita perlu kembali hadir bersama keluarga, mendengarkan, dan peduli pada lingkungan sekitar,” ujarnya. Kepada Generasi Z, Menko berpesan untuk biasakan menyaring sebelum sharing dan memahami sebelum menghakimi.

“Keadilan lahir dari kejernihan, bukan kebisingan,” katanya menegaskan. Menko pun menutup sambutannya dengan ajakan menjadikan semangat Nyepi sebagai gerakan bersama.

Tujuannya untuk membangun kehidupan yang lebih reflektif dan beradab. “Mari kita sempatkan “nyepi” setiap hari sebelum bertindak, agar bangsa ini melangkah ke arah yang lebih luhur,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....