Pemerintah Wajibkan Petani Tanam Padi "Genjah" (Lekas Panen)

  • 18 Apr 2026 02:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pertanian telah menerbitkan surat edaran resmi guna menginstruksikan seluruh jajaran penyuluh untuk segera mengidentifikasi lokasi rawan,
  • Seluruh petani wajib segera menerapkan teknologi adaptif seperti penggunaan varietas benih padi berumur sangat genjah.
  • Antisipasi kekeringan sangat mendesak dilakukan melalui sistem irigasi pompa guna memastikan ketersediaan pasokan air tambahan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mewajibkan para petani untuk menanam padi "Genjah", berumur sangat pendek dan lekas panen. Langkah ini dilakukan Kemerterian Pertanian (Kementan) untuk menghadapi kemarau panjang yang akan melanda Indonesia.

Pemerintah minta agar petani menerapkan teknologi adaptif seperti varietas benih padi berumur sangat penek (genjah). Penyuluh Pertanian Ahli Utama Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan dalam wawancara RRI Pro 3 Jumat, 17 April 2026.

Dedi memaparkan ancaman fenomena El Nino Godzilla akan melanda sektor pangan. Fenomena alam tersebut merupakan faktor utama yang memicu terjadinya kekeringan ekstrem pada lahan pertanian.

Dedi menjabarkan kondisi ini menuntut langkah mitigasi cepat agar produktivitas tanaman terjaga sepanjang kemarau. "Kementerian Pertanian menerbitkan surat edaran menginstruksikan penyuluh segera mengidentifikasi lokasi rawan," tutur Dedi Nursyamsi.

Seluruh petani wajib segera menerapkan teknologi adaptif seperti varietas benih padi berumur sangat genjah (lekas panen) . Menurutnya, langkah antisipasi kekeringan sangat mendesak melalui sistem irigasi pompa.

"Penggunaan benih "Inpago" yang tahan kering, penerapan teknik pengairan "macak-macak" sangat efektif menghemat air," jelasnya. Dedi memaparkan: "kekompakan jadwal tanam antar petani menjadi kunci utama keberhasilan menghadapi cuaca ekstrem."

Inpago (Inbrida Padi Gogo) adalah jenis padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk lahan kering. Pengairan macam-macak adalah menjaga agar sawah tetap dalam kondisi basah namun tidak perlu selalu tergenangi air.

Dia berpendapat bahwa pemerintah daerah juga harus ikut bertanggung jawab karena koordinasi distribusi air bendungan. Sistem "tanam culik" yaitu dengan menyemai benih lebih awal sebelum panen tiba akan sangat membantu," terang Dedi.

Ia juga menguraikan bahwa penggunaan bahan organik dan kompos mampu menjaga kelembapan tanah lebih lama. Menurutnya, tanah yang tetap lembab akan menjamin proses penyerapan nutrisi oleh akar tanaman berjalan optimal tanpa kendala.

Dedi juga mencermati pentingnya optimalisasi pemanfaatan air hujan serta air tanah dangkal. Kerja sama seluruh pemangku kepentingan merupakan syarat mutlak demi menjamin ketahanan pangan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....