Antisipasi Kemarau Panjang, Komisi IV Dorong Pemerintah Kembangkan 'Padi Gogo'

  • 13 Apr 2026 12:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mendorong, pemerintah mengembangkan budidaya padi gogo
  • Budidaya padi gogo ini sebagai langkah antisipasi, program percontohan padi gogo telah dikembangkan oleh akademisi
  • Pemerintah perlu menyeimbangkan antara peningkatan stok pangan dan efektivitas distribusi

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mendorong, pemerintah mengembangkan budidaya padi gogo. Budidaya padi gogo, diyakini mampu menghadapi tantangan musim panas kemarau panjang 2026.

"Budidaya padi gogo ini sebagai langkah antisipasi, program percontohan padi gogo telah dikembangkan oleh akademisi. Dari Institut Pertanian Bogor di Kabupaten Pati, Jawa Tengah," kata Firman dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Langkah inisiatif penanaman padi gogo ini, Firman mengharapkan, mampu menjadi solusi untuk menjaga produksi pangan Indonesia. Terutama, di tengah ancaman kekeringan kemarau panjang.

"Pemerintah perlu menyeimbangkan antara peningkatan stok pangan dan efektivitas distribusi. Langkah tersebut penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim," ucap anggota Baleg DPR ini.

Sebelumnya diberitakan, di tengah prediksi musim kemarau lebih awal, sektor pertanian di Kabupaten Majalengka mencatat kinerja positif awal 2026. Hal itu berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka.

Total luas panen sejak Januari hingga Maret 2026 mencapai 31.253 hektare dengan produksi sebesar 204.261 ton gabah. Capaian ini dinilai menjadi modal penting bagi ketahanan pangan daerah di tengah potensi tekanan iklim.

Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan, sebagian petani masih berada dalam fase panen Musim Tanam I (MT I). Hal ini, karena keterlambatan tanam sebelumnya akibat curah hujan yang tidak merata.

"Belum seluruh petani menyelesaikan panen MT I. Ada wilayah yang mengalami keterlambatan tanam karena distribusi hujan yang tidak merata," ujar Gatot Sulaeman, Sabtu, 11 April 2026.

Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Jatitujuh, Kecamatan Ligung, dan sebagian Kecamatan Kertajati disebut mengalami kendala pasokan air irigasi. Hal ini, berdampak pada mundurnya jadwal tanam.

"Untuk mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat. Petani diimbau segera melakukan tanam Musim Tanam II (MT II) setelah panen MT I selesai," ucap Gatot.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....