Kementerian Ekraf Siap Gandeng Starfindo, Perkuat Subsektor Aplikasi
- 16 Apr 2026 13:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan ekosistem startup melalui kurasi, komersialisasi KI, serta akses pasar dan pembiayaan, dengan fokus sebagai akselerator bagi pegiat ekraf.
- Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo) mengajukan 7 poin strategis, termasuk regulasi, pembiayaan, hingga kemandirian teknologi, untuk memperkuat kolaborasi dan ekosistem industri kreatif nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo). Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi dalam memperkuat ekosistem startup dan industri kreatif nasional.
Teuku Riefky menyampaikan, setiap pegiat ekraf harus didorong untuk naik kelas. Upayanya melalui kurasi, komersialisasi kekayaan intelektual (KI), serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.
“Kementerian Ekraf memfokuskan 80 persen energinya sebagai akselerator bagi para pegiat ekraf. Termasuk asosiasi startup seperti Starfindo yang sudah berdaya hingga didorong ke level mandiri,” katanya, di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu 15 April 2026.
Kemenekraf melalui Direktorat Kreativitas Digital dan Teknologi senantiasa menjaring para pegiat subsektor aplikasi untuk melakukan inovasi yang berkelanjutan. Lebih lanjut, ia menyebut subsektor aplikasi mengalami peningkatan signifikan.
“Kami siap berkolaborasi dengan Starfindo melalui Program ASTA EKRAF seperti Ekraf Data dan Ekraf Bijak,” ujar Teuku Riefky. Ia juga menekankan pentingnya memastikan setiap tantangan yang dihadapi dapat diidentifikasi dengan jelas.
Dalam audiensi, Starfindo mengajukan 7 poin strategis yang bisa dirumuskan bersama. Mulai dari kebijakan dan regulasi, bisnis dan pengadaan, pengembangan infrastruktur dan teknologi, akses pembiayaan dan investasi.
Kemudian, Starfindo juga mengajukan pengembangan ekosistem dan SDM, ekspansi global dan branding nasional, kemudahan akses dan kolaborasi strategis. “Inti dari tujuh poin yang kami ajukan yaitu terkait kemandirian teknologi,” ungkap Wakil Ketua Umum Starfindo, Hembang Nugraha.
Starfindo, kata Hembang, memperhatikan aspirasi dari anggota asosiasi, membuka potensi kerjasama dan kolaborasi melalui jalur pemerintahan. Pihaknya berharap Kementekraf dapat memfasilitasi dan membuka jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....