KemenPPPA Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan Nasional
- 17 Apr 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong kaum perempuan menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan nasional yang semakin kompleks
- Menteri PPPA Arifah Fauzi menyoroti masih adanya kesenjangan ekonomi hingga hingga beban kerja berlapis yang dialami perempuan di tengah krisis global
- Ketua Umum Perempuan ICMI, Welya Safitri, mengatakan muzakarah ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional dari berbagai sektor
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong perempuan menjadi agen perubahan nasional. Langkah ini penting menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyoroti kesenjangan yang masih dialami perempuan. Ia menyebut ketidakadilan terjadi dalam aspek ekonomi dan sosial.
Menurut Arifah, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Namun, realitas menunjukkan masih banyak hambatan yang dihadapi perempuan.
Ia menilai perempuan sering mengalami beban kerja berlapis dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini diperparah oleh dampak krisis global yang berkelanjutan.
"Perempuan memiliki kedudukan mulia dan peran strategis. Namun ketidakadilan masih terjadi terutama dalam aspek ekonomi," kata Arifah dalam pembukaan Muzakarah Nasional Cendekiawan Muslimah dan Mukernas Perempuan ICMI 2026, di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
Arifah mengatakan, ketimpangan juga terlihat dalam dunia kerja. Perempuan kerap menerima upah lebih rendah dibandingkan laki-laki.
Selain itu, perempuan menjadi kelompok rentan terhadap perubahan iklim. Dampak transisi energi juga dirasakan lebih besar oleh perempuan.
Ia menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan untuk masa depan bangsa. Perempuan berdaya akan memperkuat ketahanan keluarga dan masyarakat.
"Masa depan bangsa ditentukan kualitas perempuan hari ini. Perempuan berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Perempuan ICMI Welya Safitri menyebut muzakarah sebagai ruang strategis. Forum ini membahas kontribusi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.
Pembahasan mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Perspektif perempuan menjadi fokus utama dalam setiap sektor.
Ketua Panitia Azimah Subagyo mengatakan, pentingnya sinergi lintas sektor. Hal ini untuk menghadapi tantangan bonus demografi dan digitalisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....