Legislator Tekankan Peran Guru Perempuan dalam Arah Pembangunan Bangsa

  • 17 Apr 2026 19:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lestari Moerdijat menegaskan peran penting guru perempuan dalam membentuk karakter generasi bangsa.
  • Guru perempuan dinilai memiliki keunggulan emosional untuk membentengi anak dari pengaruh negatif dan krisis mental.
  • Data menunjukkan lebih dari 300 ribu pelajar mengalami depresi, sehingga penguatan pendidikan karakter menjadi krusial.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan peran strategis guru perempuan. Ia menyatakan bahwa tenaga pendidik wanita merupakan aktor utama dalam menentukan masa depan pembangunan bangsa Indonesia.

Lestari menyampaikan hal tersebut saat menghadiri seminar nasional PGRI di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis, 16 April 2026. Menurutnya, kekuatan sebuah negara tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik namun juga pada kualitas sumber daya manusia.

"Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat bukan semata dilihat dari pembangunan fisik, lebih dari itu harus mampu membangun manusianya. Peran guru perempuan sangat penting dalam membentuk generasi penerus berdaya saing dan berkarakter kuat," kata Lestari.

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut meyakini bahwa kaum perempuan memiliki sifat kasih sayang yang sangat alami. Keunggulan emosional tersebut dipandang sebagai modal penting untuk membangun karakter peserta didik di lingkungan sekolah saat ini.

Kehadiran aktif para guru wanita kini sangat dibutuhkan demi membentengi mental generasi muda dari berbagai pengaruh negatif. Lanjutnya, Lestari menyoroti tantangan berat yang harus dihadapi oleh anak serta remaja Indonesia dalam menjalani kehidupan.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Jawa Tengah tersebut memaparkan data kesehatan mental yang cukup mengkhawatirkan. Lanjutnya, terdapat temuan indikasi gejala gangguan kejiwaan yang menyerang sekitar lima persen populasi anak di tanah air.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan lebih dari 300 ribu pelajar sedang mengalami kondisi depresi. Disrupsi pada berbagai sektor kehidupan saat ini telah memicu pergeseran nilai sosial yang sangat signifikan di masyarakat.

Menurut Lestari, kondisi lingkungan tersebut menuntut adanya langkah antisipasi yang konkret melalui penguatan karakter anak bangsa. "Peran para guru, terutama guru perempuan, saat ini sejatinya tidak sekadar mendidik, tetapi membentuk arah bangsa di masa depan," ucap Lestari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....