Peran Orang Tua Dinilai Kunci Sukses Implementasi PP Tunas

  • 16 Apr 2026 17:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Psikolog anak, remaja, dan keluarga Sani Budiantini Hermawan menilai keberhasilan implementasi PP Tunas sangat bergantung pada peran orang tua.
  • Para orang tua diajak berperan aktif sebagai agen perubahan dalam mengawal implementasi PP Tunas demi melindungi generasi muda.

RRI.CO.ID, Jakarta - Psikolog anak, remaja, dan keluarga Sani Budiantini Hermawan menilai keberhasilan implementasi PP Tunas sangat bergantung pada peran orang tua. Terutama dalam membatasi akses anak terhadap platform digital berisiko tinggi.

PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas disebut menghadapi tantangan besar di lingkungan keluarga. Banyak anak dinilai belum siap ketika penggunaan gawai mulai dibatasi.

“Ternyata banyak anak yang tantrum ketika orang tuanya membatasi. Atau bahkan sudah mulai bernegosiasi untuk membatasi penggunaan platform digital,” ujar Sani dalam sesi diskusi di Jakarta, Kamis 16 April 2026.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit anak menunjukkan reaksi penolakan saat orang tua mulai mengatur penggunaan gawai maupun akses ke platform digital tertentu. Reaksi tersebut beragam, mulai dari tantrum, kecemasan, hingga keluhan fisik akibat ketergantungan berlebih pada gawai.

“Bahkan sudah ada yang cemas, muntah-muntah, ada yang mual, dan kena gejala psikosomatis. Karena sudah terlalu menempel sama gawainya,” kata psikolog lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Sani menambahkan, perubahan perilaku anak setelah pembatasan penggunaan gawai juga kerap membuat orang tua merasa terbebani. Karena itu, kesiapan mental serta pemahaman orang tua terhadap tujuan PP Tunas dinilai sangat penting.

Menurutnya, regulasi tersebut bertujuan melindungi anak dari risiko dampak negatif paparan gawai berlebihan. Untuk mendukung hal itu, orang tua didorong lebih kreatif menghadirkan aktivitas alternatif yang mampu mengalihkan ketergantungan anak pada perangkat digital sekaligus memperkuat ikatan emosional keluarga.

“Intinya orang tua harus kreatif untuk memberikan mainan baru yang menimbulkan ikatan emosional. Seperti bermain catur, kelereng, monopoli, atau ular tangga,” ujarnya.

Sani mengajak para orang tua berperan sebagai agen perubahan dalam mengawal implementasi PP Tunas demi melindungi generasi muda. “Mari kita kawal, kita jaga, kita sampaikan dari mulut ke mulut untuk mengimplementasi dan mensosialisasi PP ini demi keselamatan generasi penerus bangsa,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....