Pertamina Salurkan Avtur Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah
- 16 Apr 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina Patra Niaga mulai menyalurkan avtur ramah lingkungan berbasis minyak jelantah ke dua bandara utama
- Distribusi Sustainable Aviation Fuel dilakukan ke Bandara Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta pada akhir Maret 2026
- Pengembangan PertaminaSAF dinilai menjadi solusi masa depan sekaligus mendukung transisi energi ramah lingkungan nasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Pertamina Patra Niaga mulai menyalurkan avtur ramah lingkungan berbasis minyak jelantah ke dua bandara utama. Distribusi Sustainable Aviation Fuel dilakukan ke Bandara Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta pada akhir Maret 2026.
"Harapannya ini bisa membantu mengurangi ketergantungan dari bahan bakar impor yang selama ini digunakan," kata Corporate Secretary PT Pertamina Arya Dwi Paramita, Kamis, 16 April 2026. Ia menyebut langkah ini sebagai bagian strategi energi berkelanjutan.
Pengembangan PertaminaSAF dinilai menjadi solusi masa depan sekaligus mendukung transisi energi ramah lingkungan nasional. Ia juga menekankan minyak jelantah kini memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
Masyarakat dapat mengumpulkan minyak jelantah dan menyalurkannya melalui SPBU yang telah disediakan Pertamina. Langkah tersebut diharapkan mendorong partisipasi publik dalam ekonomi sirkular berbasis energi bersih.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memproduksi SAF berbasis minyak jelantah di Kilang Cilacap. Produksi komersial telah direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sepanjang Maret 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun menegaskan kemampuan produksi tersebut. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti kapabilitas Pertamina dalam menghadirkan produk berkualitas tinggi.
Produksi SAF juga menjadi momentum penting memperkuat posisi Pertamina sebagai pionir di Indonesia. Selain itu, produksi berbasis limbah menjawab tantangan kebutuhan energi sekaligus isu keberlanjutan global.
Pengembangan PertaminaSAF telah dimulai sejak uji coba produksi komersial pada Juli 2025. Proses produksi diawali dengan bahan baku minyak jelantah yang telah tersertifikasi standar internasional.
Pengolahan dilakukan di fasilitas green refinery Kilang Cilacap sebelum didistribusikan ke bandara tujuan. Produk SAF yang dihasilkan telah memenuhi standar internasional DEFSTAN serta ketentuan Ditjen Migas.
Pengujian kualitas dilakukan oleh laboratorium Pertamina yang telah tersertifikasi ISO 17025. Sebanyak 45 ribu barel SAF dikirim melalui kapal menuju dua bandara pada akhir Maret 2026.
Distribusi ini menandai langkah nyata Pertamina. Dalam mendukung penerbangan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....