Wamen Ekraf: Seken Living Berhasil Buat Limbah Kayu jadi Produk Kelas Dunia

  • 16 Apr 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengapresiasi Seken Living sebagai contoh sukses bisnis kreatif berkelanjutan yang mengolah limbah kayu menjadi produk kelas dunia sekaligus memberdayakan perajin lokal.
  • Pemerintah melalui Kementerian Ekraf berkomitmen mendorong ekspansi global produk kriya ramah lingkungan lewat kolaborasi dan dukungan pembiayaan ekspor, seiring meningkatnya permintaan pasar dunia terhadap produk berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengapresiasi Seken Living sebagai contoh sukses bisnis kreatif keberlanjutan. Hal itu disampaikannya saat meninjau praktik desain berkelanjutan berbasis kayu jati di Workshop Seken Living, Yogyakarta.

Irene mengatakan, Seken Living menjadi contoh kreativitas limbah kayu menjadi produk kriya kelas dunia. “Kami sangat mengapresiasi konsistensi jenama ini dalam menjaga ekosistem lingkungan sekaligus memberdayakan perajin lokal di Yogyakarta," ujar Irene, Selasa 14 April 2026.

Ia menegaskan, Kementerian Ekraf berkomitmen untuk bertindak sebagai akselerator bagi jenama lokal yang memiliki visi keberlanjutan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan pendanaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank.

Irene optimis produk kriya Indonesia akan semakin dominan di pasar global. Menurutnya, dunia saat ini tengah mencari produk yang ramah lingkungan .

"Kami ingin memastikan bahwa produk dengan narasi sustainability seperti ini mendapatkan panggung yang layak di kancah global,” ucapnya. Kunjungan Irene Umar disambut baik oleh Pendiri Seken Living, Ferryal.

" Kami berharap pemerintah terus mendukung akses pasar dan promosi digital,” ujar Ferryal. Hal ini, katanya, agar produk berbasis material recycled wood dengan karakter alami semakin kompetitif di pasar.

“Kami juga berharap Seken Living bisa terus dilibatkan dalam berbagai pameran dan event mendatang," katanya. Seken Living sendiri mengembangkan lima lini bisnis yang saling terintegrasi.

Di antaranya, Showroom Furnitur kayu daur ulang (kafe Nest Coffee & Donuts), konsep mindful eating (Sabin Café). Kemudian, bangunan daur ulang (Uma Accommodation), kurasi dekorasi rustic (Toko Online), hingga resto bar acara privat (Stairs at Prawirotaman).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....