Hadapi Dunia Kerja, Wamendag Dorong Mahasiswa untuk Terus Berinovasi

  • 16 Apr 2026 13:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dyah Roro Esti mendorong mahasiswa menjadi inovator dan agen perubahan di era transformasi digital.
  • Perkembangan Artificial Intelligence menuntut peningkatan keterampilan agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa depan.
  • Program Dari Lokal Untuk Global dan Campuspreneur diarahkan mencetak eksportir muda dari lingkungan kampus.

RRI.CO.ID, Depok - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong mahasiswa menjadi inovator. Ia menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menghadapi dinamika dunia kerja masa depan.

Roro menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak aspek pekerjaan. Menurutnya, mahasiswa harus bersiap menjadi penyelesai masalah dan pemimpin masa depan yang menguasai talenta digital secara mumpuni.

”Perkembangan teknologi telah mengubah cara kerja, jenis pekerjaan, serta keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Dalam konteks transformasi ini, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan,” ujar Roro di Depok, Kamis, 16 April 2026.

Lanjutnya, World Economic Forum (WEF) memprediksi 39 persen keterampilan kerja akan berubah pada tahun 2030. Ia mengingatkan tenaga kerja nasional agar terus meningkatkan kompetensi supaya tetap relevan dengan kebutuhan pasar global.

Roro menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memiliki tiga program kerja utama sepanjang tahun 2026. Program tersebut meliputi pengamanan pasar domestik, perluasan ekspor, serta inisiatif besar bertajuk Dari Lokal Untuk Global.

”Kementerian Perdagangan pada 2026 memiliki program kerja utama yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan dari lokal untuk global. Diharapkan UMKM dan mahasiswa Indonesia dapat berkontribusi, khususnya dalam program ’Dari Lokal Untuk Global’,” katat Roro.

Menurutnya, klaster Campuspreneur dalam program tersebut bertujuan untuk mencetak eksportir baru dari lingkungan kampus secara masif. Ia berharap mahasiswa dapat menciptakan nilai tambah produk guna meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Roro mengapresiasi kompetisi ilmiah di Universitas Indonesia (UI) karena menjadi wadah pembangunan sumber daya manusia unggul. Lanjutnya, pemikiran inovatif merupakan kunci utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

"Kami mengapresiasi terselenggaranya acara SRD yang merupakan kompetisi ilmiah terbesar di FEB UI. Ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 di mana pemikiran inovatif berperan penting dalam menciptakan transformasi dan daya saing nasional," ucap Roro.

Senada dengan hal itu, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Libya Dede A. Rifai memberi tanggapan. Ia menekankan inovasi mahasiswa sangat diperlukan untuk menghadapi dampak tekanan geopolitik dunia yang memengaruhi harga kebutuhan pokok.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FEB UI Irwan Adi Ekaputra memberikan pesan tambahan. Ia mengharapkan mahasiswa memiliki jiwa kewirausahaan serta tanggap dalam melihat berbagai peluang bisnis di tengah perubahan zaman.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada seluruh peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Terutama dalam menghadapi tantangan di dunia kerja,” ujar Irwan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UI Jundi Al Muhadis menilai mahasiswa harus peduli pada isu ketenagakerjaan. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis dan adaptasi teknologi menjadi bekal penting bagi generasi penerus untuk mengolah informasi.

“Sebagai mahasiswa, kita harus fokus meningkatkan kualitas diri, mampu berpikir kritis, mengolah informasi, dan beradaptasi dengan segala kemajuan zaman. Lewat kegiatan ini, diharapkan teman-teman bisa mendapat informasi dan wawasan yang menjadi bekal penting,” ujar Jundi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....