Ketua MPR Tekankan Pentingnya Diplomasi Hadapi Situasi Konflik Global
- 16 Apr 2026 10:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya diplomasi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas nasional.
- Perbedaan antarnegara disebut lebih efektif diselesaikan melalui negosiasi dibandingkan kekuatan militer.
- Muzani mengingatkan penggunaan kekuatan bersenjata hanya akan membawa dampak besar bagi kemanusiaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya diplomasi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas nasional. Menurut Muzani, Indonesia telah melalui berbagai ujian dalam perjalanan bernegara, namun setiap persoalan dinilai dapat diselesaikan melalui perundingan.
“Kita telah mengalami berbagai macam ujian dalam proses bernegara kita. Semuanya diselesaikan- diselesaikan dengan cara perundingan,” ujar Muzani dalam acara Silaturahmi Nasional bersama organisasi masyarakat (ormas) Islam di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Ia menilai, dunia hingga kini mampu menghindari konflik global besar karena mengedepankan diplomasi. Perbedaan antarnegara disebut lebih efektif diselesaikan melalui negosiasi dibandingkan kekuatan militer.
“Dunia sejak selesainya perang dunia kedua sampai sekarang tetap bertahan tidak terjadi perang dunia ketiga. Karena semua perbedaan diselesaikan dengan cara diplomasi, perundingan, dan perundingan," ucapnya.
Muzani mengingatkan, penggunaan kekuatan bersenjata hanya akan membawa dampak besar bagi kemanusiaan. “Itulah bencana terbesar bagi kemanusiaan, bagi peradaban, bagi perekonomian, dan bagi alam juga ekologi kita," kata Muzani.
Senada dengan itu, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menekankan pentingnya menjaga stabilitas sebagai fondasi pembangunan nasional. Ia menekankan peran tokoh umat sangat krusial dalam menciptakan situasi kondusif bagi pemerintah.
“Kewajiban kita sebagai tokoh umat Islam menyediakan situasi yang memungkinkan pemimpin negara ini membangun dengan tenang. Membangun dengan baik dan membangun dengan konstruktif," ujar Anwar.
Menurutnya, stabilitas menjadi syarat utama agar bangsa dapat berkembang secara optimal. “Kewajiban kita menyediakan situasi yang memungkinkan bangsa ini menjadi maju, menyediakan sebuah situasi yang disebut dengan stabilitas," ucapnya.
Ia juga mengingatkan para pemimpin agar berhati-hati dalam bersikap dan mengambil keputusan. Hal ini karena setiap ucapan dan tindakan memiliki dampak besar bagi masyarakat luas.
“Ada yang jutaan, ada yang puluhan juta, ada yang ratusan juta warganya, kita harus hati-hati. Ibarat sopir, kita ini sopir bis, bukan sopir pembalap," ucap Anwar.
Ia menegaskan pentingnya kebijaksanaan dalam setiap tindakan agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Stabilitas dinilai harus dijaga melalui sikap bijak dan penuh kehati-hatian.
“Karena itu dibutuhkan satu kearifan dan kebijakan kita semuanya seperti yang ditaujihatkan tadi itu. Bisa menjaga agar apa yang kita ucapkan, lakukan, putuskan, itu tidak akan menimbulkan kegaduhan di mana-mana," kata Anwar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....