Kemenpar Telisik Mangkraknya Proyek 'Waterway' Kota Tangerang

  • 14 Apr 2026 07:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pariwisata (Kemenpar) segera telisik mangkraknya proyek 'Waterway' di Sungai Cisadane, Kota Tangerang yang digagas sejak 2016 silam
  • Rencana 'Waterway' didukung organisasi peduli lingkungan asal Jerman, ICLEI melalui CSR Rp3,4 miliar dan masuk RPJMD 2018-2023

RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) segera telisik mangkraknya proyek 'Waterway' di Sungai Cisadane, Kota Tangerang yang digagas sejak 2016 silam. Sejatinya rencana yang didukung organisasi peduli lingkungan asal Jerman, ICLEI melalui CSR Rp3,4 miliar itu masuk RPJMD 2018-2023.

"Bisa ditelisik dari masalah yang juga berkaitan dengan pariwisata? Pertama, kalau ditata implementasi. Itu tadi ada para pihak yang paling berkompetensi sesuai dengan kepentuannya," ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infratruktur Kemenpar, Hariyanto, Senin, 13 April 2026.

Menurut Hariyanto ini tentu ada diranah pemerintah daerah khususnya Kota Tangerang. Pemerintah daerah perencanaannya kemarin seperti apa, kemudian mendapatkan bantuan atau apapun namanya.

"Jangan-jangan itu misalnya, oh skala prioritas dulu, oh tahap pertama kan kadang-kadang jangka pendek, menengah, bahkan jangka panjang. Kita perlu pastikan dulu itu step-steppingnya seperti apa," kata dia.

Jadi, sambung Hariyanto, fungsi Kemenpar itu dalam konteks seperti itu. Namun, pihaknya tidak sampai masuk ke ranah misalnya aparat penegak hukum (APH) dan lain-lain.

"Tapi kami nanti mengingatkan melalui forum-forum yang ada. Dalam waktu dekat kami akan ada rapat koordinasi pariwisata nasional," katanya.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik dan Pemantauan Potensi Pariwisata Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah menyatakan sarana-prasarana menjadi bagian utama. Misalnya, infrastruktur dan yang tidak kalah menjadi yang harus diprioritaskan karena salah satu kekuatan destinasi terdepan adalah Sungai Cisadane.

"Maka penataan Sungai Cisadane harus betul-betul kita lakukan secara masif. Karena apa? Sungai Cisadane ketika kita akan melakukan penataan tetap harus terkoordinasi dengan kementerian yang lain," ucapnya.

Diketahui, organisasi peduli lingkungan asal Jerman, ICLEI mengucurkan bantuan sebesar 200 ribu Euro atau senilai Rp3,4 miliar lebih. Hal itu untuk mendukung pembangunan sarana angkutan sungai atau 'Waterway' di Kota Tangerang.

Adapun sungai yang bakal menjadi sarananya adalah Sungai Cisadane dan saluran-saluran besar percabangannya. Pernyataan itu dilayangkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Sugiharto Achmad Bagdja pada 2020 lalu.

Dia saat itu mengatakan ICLEI World mengucurkan bantuan karena Kota Tangerang menjadi salah satu kota di seluruh dunia yang menggagas konsep pengurangan gas efek rumah kaca melalui Waterway. "Jadi, konsep waterway ini sudah kita ajukan ke ICLEI sejak tahun 2018," kata dia.

"Akan tetapi, sebelumnya kita sudah melakukan konsolidasi sejak 2016 lalu. Saat ini, masih dalam proses kajian dan untuk realisasinya kita belum mengetahui," ujarnya.

Sugiharto membeberkan bantuan sebesar Rp3,4 miliar lebih tersebut untuk mendukung kebutuhan pembangunan Waterway. Seperti pengadaan dermaga, perahu, marka air, spot lampu dan integrasi darat.

Bahkan, Pemerintah Kota Tangerang yang kali itu dipimpin Arief R Wismansyah selaku, Wali Kota Tangerang telah memasukkan program pembangunan 'Waterway di Sungai Cisadane. Rencana itu sebagai alternatif transportasi publik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....