RI dan Arab Saudi Jajaki Potensi Kolaborasi Ekonomi Kreatif

  • 15 Apr 2026 21:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Ekraf dan Menteri Kebudayaan Arab Saudi membahas penguatan kerja sama ekonomi kreatif berbasis budaya, inovasi, serta peluang kolaborasi di Expo, haji-umrah, dan pertukaran talenta.
  • Arab Saudi menawarkan peluang konkret seperti insentif produksi film hingga 60–65% serta penguatan sektor kekayaan intelektual dan fesyen melalui program “Saudi 100 Brands".

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar pertemuan bilateral dengan Kementerian Kebudayaan Arab Saudi. Keduanya membahas pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dan inovasi.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan hubungan Indonesia-Arab Saudi telah terjalin erat. Selain melalui kerja sama diplomatik, hubungan ini terjalin melalui nilai spiritual, sejarah, dan interaksi masyarakat yang kuat.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk menyambut Yang Mulia Pangeran beserta delegasi di Jakarta,” ujar Menteri Ekraf. Pertemuan sendiri berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.

Ia menambahkan, ekonomi kreatif menjadi sektor strategis yang diandalkan kedua negara dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Indonesia, dengan 17 subsektor, terus mengembangkan potensi budaya yang dipadukan dengan inovasi modern untuk menciptakan nilai ekonomi baru.

Menteri Ekraf juga mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama strategis. Antara lain partisipasi World Expo, penguatan ekosistem haji dan umrah melalui produk kreatif, pertukaran talenta dan teknologi.

Selain itu, disebutkan pula penguatan perlindungan kekayaan intelektual serta kolaborasi dalam Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif 2026 di Jakarta. Pertemuan ini disambut baik oleh Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud.

Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama lintas sektor kreatif. “Kami menantikan penguatan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk Expo, haji, gim, dan kekayaan intelektual,” ucapnya.

Pangeran Badr juga menyambut undangan untuk berpartisipasi dalam forum global yang akan diselenggarakan di Jakarta. Ia menyoroti potensi kerja sama di sektor film, fesyen, dan pengembangan talenta.

Hal ini termasuk peluang insentif produksi film serta program pendidikan melalui institusi seni di Arab Saudi. “Kami membuka peluang kerja sama produksi film serta insentif hingga 60–65% biaya produksi,” katanya.

Dalam bidang kekayaan intelektual, Arab Saudi telah membentuk otoritas khusus untuk mendukung industri kreatif. Program “Saudi 100 Brands” menjadi akselerator bagi desainer lokal, Inisiatif fesyen berkelanjutan juga dikembangkan, termasuk ihram ramah lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....