Menteri Ekraf: Dukungan OJK Luar Biasa untuk Ekonomi Kreatif
- 15 Apr 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenekraf dan OJK perkuat kolaborasi pembiayaan ekraf, khususnya berbasis kekayaan intelektual, untuk menjawab tantangan akses pendanaan bagi pelaku kreatif.
- Program Infinity Accelerator dorong hilirisasi inovasi, menghubungkan teknologi seperti blockchain dengan sistem keuangan agar karya kreatif bisa menjadi aset investasi yang layak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat kolaborasi strategis bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di antaranya untuk mendorong akses pembiayaan sektor ekonomi kreatif, khususnya berbasis kekayaan intelektual (KI).
Salah satu langkah lanjutannya adalah melalui program Infinity Accelerator bagi 10 peserta terbaik hasil hackathon. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menegaskan, OJK berperan penting dalam membangun fondasi sektor tersebut.
Tidak hanya itu, sinergi lintas lembaga dinilai menjadi kunci menjawab tantangan terkait akses pendanaan bagi pegiat kreatif. “Sebagai kementerian baru, kami membutuhkan penguatan ekosistem, khususnya dalam akses pembiayaan,” ujarnya dalam pertemuan bersama OJK di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa 14 April 2026.
OJK, menurutnya, menunjukkan langkah progresif. Termasuk mendorong peran Himbara dan penguatan berbagai skema kolaborasi yang terus berjalan.
Di sisi lain, OJK menilai sinergi bersama kementerian dan lembaga menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso.
“Ini langkah konkret mendukung target pembiayaan pembangunan. Selain perbankan, kami juga mendorong pembiayaan UMKM melalui alternatif credit scoring serta inovasi baru seperti tokenisasi,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, pada 31 Maret 2026 diluncurkan program Infinity Accelerator yang merupakan tahap lanjutan dari hackathon sebelumnya. Program ini bertujuan mendorong hilirisasi inovasi menjadi model bisnis yang siap mendapatkan pembiayaan.
Program tersebut siap diimplementasikan kepada top 10. Mulai dari Kraflab, Libere, Wandersun, Invisible fund, Alterfun, Nanofi, Khuga, Creo Engine, Reporamp, dan Kollect.
Infinity Accelerator menjembatani teknologi blockchain dengan kebijakan finansial. Tujuannya menciptakan pasar Kekayaan Intelektual (IP) yang likuid dan layak investasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....