Mensos Kembali Latih Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat Se-Indonesia

  • 15 Apr 2026 15:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf mengumpulkan pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat se-Indonesia dikawasan BSD, Kabupaten Tangerang
  • Menteti Sosial kembali melatih dalam rangka peningkatan kapasitas untuk memotivasi tingkatkan literasi dan minat baca siswa.

RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf mengumpulkan pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat se-Indonesia dikawasan BSD, Kabupaten Tangerang. Tujuannya guna melatih dalam rangka peningkatan kapasitas untuk memotivasi tingkatkan literasi dan minat baca siswa.

"Hari ini kita bersama-sama mengikuti pembukaan pelatihan untuk para pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat. Mereka ini ujung tombak dalam menghadirkan suatu perpustakaan yang benar-benar bisa memotivasi siswa, meningkatkan literasi dan minat baca," ujar Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Rabu 15 April 2026.

Sehingga, sambung Gus Ipul, sapaan akrab Syaifullah Yusuf, target pembelajaran di Sekolah Rakyat itu bisa tercapai. "Arahan Bapak Presiden Prabowo, kita ingin disetiap sekolah rakyat itu memang ada perpustakaan yang modern, dikelola dengan baik," ucapnya.

Menurut Gus Ipul, Presiden Prabowo Subianto memiliki atensi terhadap perpustakaan Sekolah Rakyat. Lantaran beliau sejak kecil memang gemar membaca buku.

"Sejak kecil dan beliau juga punya perpustakaan yang luar biasa di rumahnya dan itu membuat semangat motivasi bagi yang datang ke rumah beliau. Maka, dorongan inilah untuk bisa menghadirkan satu perpustakaan yang baik," kata dia.

Dia menegaskan dari latar belakang itulah pihaknya sepakat untuk membuat perpustakaan yang berkualitas di sekolah-sekolah rakyat. "Kita ingin cita-cita Bapak Presiden itu bisa diwujudkan dengan sungguh-sungguh dan diserahkan kepada ahlinya," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul mengaku pengembangan perpustakaan Sekolah Rakyat telah dirancang sejak 2025. Ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan pelatihan bagi para pengelola perpustakaan.

"Kita harapkan yang sudah ikut pelatihan bisa-bisa benar dipraktekan di tempat masing-masing. Saya percaya kalau ini nanti kita terus tingkatkan kualitas, pemahaman para pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat akan bisa bekerja baik," kata dia.

Ia menyatakan pelatihan ini untuk kali ketiga, karena sebelumnya sudah pernah dilakukan dibeberapa titik. Secara umum, sekarang inikan perpustakaan di sekolah rakyat masih menggunakan gedung sementara.

"Gedung permanennya baru akan dimulai nanti tahun bulan Juli. Insya Allah tanggal 14 kita harapkan bisa dilakukan MPLS (Masa Pembelajaran atau Pengenalan Lingkungan Sekolah, Red)," ucapnya.

Kepala Perpustakaan Nasional, Aminuddin Aziz menambahkan untuk jenis buku apa yang paling diminati belum bisa ditentukan. "Saya sudah berkunjung ke beberapa Sekolah Rakyat, baik SD, SMP, SMA lalu bertanya kepada mereka apa yang menjadi minat baca mereka itu seperti apa topiknya?," kata Aziz.

Menurut para siswa, lanjutnya, macam-macam ternyata, ada superhero, tokoh kartun, cerita Nabi, cerita orang terkenal petualangan dan horor. Ini sangat menginspirasi mereka dan menurut para siswa, mereka mau menjadi orang hebat dan berarti ada sebuah cita-cita yang besar pada mereka," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....