Wakapolri Tekankan Peran Humas, Jaga Informasi Publik dari Hoaks
- 15 Apr 2026 14:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakapolri menegaskan peran Humas Polri menjaga kebenaran informasi di era digital Penyebaran hoaks dan disinformasi
- Penyebaran hoaks dan disinformasi menjadi tantangan utama komunikasi publik Polri
- Rakernis Humas Polri 2026 memperkuat strategi komunikasi dan kapasitas personel
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan peran Humas Polri menjaga kebenaran informasi publik di era digital. Menututnya, penyebaran hoaks dan disinformasi dinilai semakin masif dan berpotensi memicu keresahan di masyarakat.
“Di tengah derasnya arus informasi, Humas Polri hadir bukan hanya menyampaikan kabar. Tetapi memastikan yang sampai ke masyarakat adalah kebenaran,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Lebih lanjut, ia menilai informasi saat ini menyebar lebih cepat dibanding proses verifikasi yang dilakukan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepanikan jika tidak diimbangi komunikasi yang cepat dan kredibel.
“Informasi yang salah bisa menimbulkan keresahan. Tetapi informasi yang benar mampu menjaga ketenangan,” katanya.
Namun demikian, ia menegaskan peran Humas Polri sangat penting dalam menjaga stabilitas informasi publik. Tanpa peran tersebut, masyarakat dinilai rentan terpapar informasi menyesatkan yang memicu konflik sosial.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Divhumas Polri telah mengembangkan sistem komunikasi berbasis teknologi modern. Pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan digunakan untuk mendeteksi serta merespons isu secara cepat.
Kemampuan itu memungkinkan Humas Polri melakukan klarifikasi sekaligus mengantisipasi penyebaran disinformasi di ruang digital. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Informasi yang benar harus menjadi pegangan utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Humas Polri harus menjadi sumber informasi yang terpercaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menekankan pentingnya keseimbangan antara kecepatan dan kebenaran informasi. Menurutnya, Humas Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga akurasi informasi.
“Di era digital dan kecerdasan buatan, kecepatan informasi harus diimbangi dengan kebenaran. Humas Polri harus terdepan memastikan publik menerima informasi yang benar,” ujarnya.
Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun Anggaran 2026 digelar sebagai forum strategis memperkuat komunikasi publik. Kegiatan ini diikuti jajaran Humas Polri secara luring dan daring dari tingkat Mabes hingga kewilayahan.
Rakernis mengusung tema optimalisasi komunikasi publik dan manajemen media dalam mendukung program pemerintah. Forum ini juga diarahkan menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Program Asta Cita Presiden 2026.
Rakernis juga diisi pembekalan materi dari narasumber internal dan eksternal serta diskusi panel. Pembahasan difokuskan pada isu strategis komunikasi publik di tengah perkembangan teknologi informasi.
Melalui kegiatan ini, Polri berharap kapasitas personel Humas semakin adaptif dan profesional. Selain itu, strategi komunikasi publik diharapkan semakin kuat dan berbasis data.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....