DPR Dorong Kompor Listrik Tekan Impor LPG Nasional

  • 14 Apr 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPR RI menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang membebani anggaran negara
  • Langkah migrasi ke kompor listrik dinilai menjadi solusi strategis memperkuat kemandirian energi nasional
  • Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mendorong elektrifikasi rumah tangga melalui kompor induksi

RRI.CO.ID, Jakarta - DPR RI menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang membebani anggaran negara. Langkah migrasi ke kompor listrik dinilai menjadi solusi strategis memperkuat kemandirian energi nasional.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mendorong elektrifikasi rumah tangga melalui kompor induksi. Kebijakan ini diyakini mampu mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan dan subsidi energi.

"Konsumsi LPG kita mencapai sekitar 8 juta metrik ton per tahun dan sebagian besar masih impor. Ini menjadi beban besar bagi neraca perdagangan kita," kata Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan kompor induksi memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dibandingkan kompor gas konvensional. Penggunaan listrik dinilai mampu menekan biaya operasional rumah tangga secara signifikan.

Selain itu, migrasi energi ini juga berdampak pada pengurangan beban subsidi pemerintah. Efisiensi energi listrik disebut dapat menghemat hingga 30 persen dibandingkan penggunaan LPG subsidi.

Sugeng menegaskan penguatan elektrifikasi akan menurunkan ketergantungan terhadap energi berbasis impor. Langkah tersebut sekaligus memperkuat struktur ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, sistem kelistrikan nasional saat ini berada dalam kondisi yang cukup kuat dan andal. Pasokan energi primer pembangkit dinilai mampu mendukung kebutuhan tambahan dari sektor rumah tangga.

Transformasi energi dari LPG ke listrik juga dinilai memberi dampak ekonomi yang lebih luas. Penghematan anggaran negara dapat dialihkan untuk sektor pembangunan yang lebih produktif.

Ia menekankan perubahan ini bukan sekadar kebijakan energi, tetapi juga strategi kedaulatan nasional. Transformasi dimulai dari dapur masyarakat sebagai fondasi penguatan energi domestik.

DPR berharap kebijakan ini dapat diimplementasikan secara bertahap dan tepat sasaran. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....