Kurikulum BDT 2026 KemenEKRAF Dorong Peserta Optimalisasi AI di Dunia Kerja

  • 14 Apr 2026 15:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program BDT 2026 kolaborasi KemenEKRAF dengan Dicoding Indonesia memiliki misi untuk mendorong talenta digital menggunakan AI dengan optimal di dunia kerja.
  • COO Dicoding Indonesia, Dimas Catur Wibowo menyebut, kurikulum program ini berfokus pada pemanfaatan AI untuk mengotomasi pekerjaan repetitif.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Dicoding Indonesia membuka Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) bertajuk “Productivity with AI Bootcamp”. Dicoding Indonesia, Dimas Catur Wibowo menjelaskan, kurikulum BDT 2026 dirancang untuk menguasai pemanfaatan AI di dunia kerja.

Tujuan utama pembelajaran ini, menurutnya, adalah mendorong talenta digital agar mampu mengimplementasikan AI. Dimas menyebut, peserta akan dibekali kemampuan mengidentifikasi pekerjaan yang bersifat repetitif dan berpotensi diotomasi menggunakan teknologi AI.

Hal ini dinilai penting, terutama bagi pelaku industri kecil yang masih banyak melakukan proses manual dalam operasionalnya. “Peserta diharapkan memahami apa saja yang dapat diotomasi sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien,” ujar Dimas, dalam Peresmian Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026, di Jakarta, Selasa 14 April 2026.

Menurut Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam, kurikulum BDT 2026 juga disesuaikan perkembangan zaman. Program ini, kata Neil, mengombinasikan penguatan hard skill dan soft skill.

Neil mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini. Bahkan, jumlah pendaftar telah mendekati kuota hanya dalam waktu singkat sejak pendaftaran dibuka.

Program BDT 2026 diketahui telah menjangkau lebih dari 40 ribu talenta digital sejak diluncurkan pada 2016. Sementara itu, sekitar 15 ribu peserta berhasil memperoleh sertifikasi di bidang teknologi.

Program ini dibuka bagi 2.200 peserta dan dilaksanakan dalam tiga tahapan pembelajaran. Di antaranya, termasuk kelas praktis kecerdasan buatan, pelatihan terapan, serta workshop intensif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....