TMII Gelar Run For Animals 2026 sebagai Wadah Edukasi Konservasi dan Budaya

  • 14 Apr 2026 15:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Run For Animals 2026 menjadi bentuk kolaborasi strategis TMII bersama mitra untuk mendukung edukasi serta pelestarian flora dan fauna Indonesia
  • Kegiatan ini selaras dengan visi TMII sebagai pusat edukasi budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan hayati Nusantara kepada generasi muda
  • Selain edukatif, hasil acara akan didonasikan untuk konservasi dan didukung konsep kawasan hijau serta inklusif bagi masyarakat

RRI.CO.ID, Jakarta - Plt. Direktur Operasional TMII Dede Noviardi menegaskan Run For Animals 2026 merupakan bentuk nyata kolaborasi bersama berbagai mitra strategis. Kegiatan ini melibatkan pengelola kawasan Taman Mini serta mitra seperti Dyandra dalam mendukung tujuan edukasi dan pelestarian.

Dede menjelaskan bahwa Taman Mini selama ini tidak hanya menghadirkan anjungan dan museum, tetapi juga menonjolkan keberagaman flora dan fauna Indonesia. Ia menekankan bahwa mimpi besar Taman Mini mencakup pengenalan kekayaan hayati Nusantara kepada masyarakat luas melalui berbagai kegiatan edukatif.

“Taman Mini itu berbicara edukasi, budaya, flora dan fauna yang ada sebenarnya. Mimpi dari terwujudnya Taman Mini itu, salah satunya bukan hanya anjungan-anjungan dan museum, tetapi juga flora fauna yang ada di Indonesia,” katanya dalam Press Conference Run for Animals 2026 di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa, 14 April 2026.

Menurutnya, kegiatan Run For Animals sangat selaras dengan visi Taman Mini dalam memperkenalkan fauna Indonesia kepada generasi masa kini. Ia berharap kegiatan ini mampu terus menyampaikan edukasi hingga menciptakan kesadaran berkelanjutan terhadap budaya dan pengetahuan Indonesia.

Ia menambahkan, bahwa hasil kegiatan Run For Animals 2026 akan didonasikan untuk konservasi, yang dinilai sangat bermanfaat bagi masa depan. Dede berharap kolaborasi ini terus berlanjut di Taman Mini, didukung konsep kawasan hijau dan inklusif untuk aktivitas olahraga masyarakat.

“Mudah-mudahan teman-teman yang berlari disini dapat merasakan kenyamanan gitu. Mungkin ada yang belum pernah lari lagi di Taman Mini, sekarang kita udah green gitu ya, green kemudian inklusif,” ujarnya.

Direktur Operasional & Life Science Jagat Satwa Nusantara Fardhan Khan menekankan event lari ini juga menjadi sarana edukasi budaya dan kekayaan Indonesia. Ia menjelaskan kegiatan tersebut mengajak orang tua dan anak mengenal kembali budaya Nusantara melalui pengalaman berlari bersama.

Fardhan menyebut Taman Mini dipilih karena memiliki peran sebagai pusat edukasi dan representasi keberagaman budaya Indonesia. Ia menambahkan lokasi tersebut memungkinkan masyarakat mempelajari rumah adat dan budaya tanpa harus mengunjungi daerah asalnya.

“Kami pengen orang tua nanti saat berlari bersama anaknya sekaligus mengingatkan dan mengajarkan ulang gitu bahwa culture-nya Indonesia tuh kaya banget. Dan kalau mau ngeliat dan mempelajari culture (budaya) itu nggak harus jauh-jauh,” ucapnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kategori lari serta proses pendaftaran, masyarakat dapat mengakses akun resmi Instagram @run.foranimals. Melalui akun tersebut, tersedia berbagai informasi lengkap terkait persyaratan peserta, jadwal kegiatan, serta ketentuan yang harus dipenuhi sebelum mengikuti acara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....