Run for Animals 2026 Jadi Gerakan Kolaboratif Olahraga dan Konservasi Satwa

  • 14 Apr 2026 14:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Run for Animals diinisiasi sebagai kampanye yang menggabungkan gaya hidup sehat dengan kesadaran konservasi satwa liar
  • Banyak satwa dirawat merupakan korban penyelundupan dan jerat sehingga tidak dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya
  • Sebagian dana pendaftaran peserta dialokasikan untuk mendukung program konservasi dan pusat penyelamatan satwa di DKI Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Operasional & Life Science Jagat Satwa Nusantara Fardhan Khan menyatakan event ini bukan sekadar olahraga, melainkan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi satwa. Ia menegaskan Run for Animals lahir dari keyakinan bahwa setiap aktivitas manusia dapat memberikan dampak nyata bagi alam dan satwa liar.

“Nggak hanya event lari biasa tapi ingin juga menyadarkan bahwa masyarakat, gaya hidup, dan konservasi bisa berjalan bersama. Run for Animals lahir dari keyakinan kami bahwa setiap langkah dan kegiatan yang kita ciptakan bisa berdampak untuk alam terutama untuk satwa liar,” ujarnya dalam Press Conference Run for Animals 2026 di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa, 14 April 2026.

Fardhan menjelaskan lembaga konservasi tidak hanya merawat satwa di dalam kandang, tetapi juga menciptakan gerakan berdampak jangka panjang. Ia menambahkan, tujuan utama lembaga konservasi adalah menjaga satwa liar yang tidak bisa dilepasliarkan kembali akibat berbagai kondisi.

Ia menyebut banyak satwa yang dirawat berasal dari penyelundupan liar dan jerat yang menyebabkan kondisi fisik tidak lagi sempurna. Menurutnya, beberapa satwa mengalami kehilangan anggota tubuh sehingga membutuhkan perawatan hingga akhir hayat dengan jaminan kenyamanan.

Fardhan menegaskan peran masyarakat sangat penting dalam keberlangsungan perawatan satwa di Jagat Satwa Nusantara secara berkelanjutan. Ia mengatakan tanpa dukungan pengunjung, lembaga konservasi akan kesulitan mempertahankan upaya perlindungan terhadap satwa-satwa tersebut.

“Pastinya itu juga butuh peran banyak, terutama masyarakat yang berkunjung ke sini. Karena tanpa peran masyarakat kami juga nggak bisa sustain untuk merawat satwa-satwa tersebut,” katanya.

Ia berharap Run for Animals dapat menjadi platform berkelanjutan yang menyatukan masyarakat, olahraga, dan konservasi dalam satu kegiatan menyenangkan. Fardhan juga menyampaikan sebagian dana pendaftaran akan dialokasikan untuk program konservasi dan pusat penyelamatan satwa di wilayah DKI Jakarta.

“Nanti sebagian dari uang registrasi teman-teman semua akan kita alokasikan untuk program-program konservasi. Terutamanya pusat-pusat penyelamatan satwa yang ada di bawah BKSDA DKI Jakarta,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi KSDA wil1 BKSDA Jakarta Marwan Shofa berharap kehadiran masyarakat dalam Run For Animals 2026 tidak hanya meramaikan acara, tetapi juga memperkuat dukungan pelestarian satwa. Ia menegaskan momentum kegiatan tersebut penting untuk mendorong langkah-langkah inovatif bersama dalam menjaga keberlangsungan satwa di Indonesia.

“Tidak hanya meriahkan, tapi juga menjadi dukungan yang sangat kuat untuk kita semua. Dalam rangka mengambil langkah-langkah yang lebih inovatif dalam pelestarian satwa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan luas masyarakat melalui kegiatan inovatif dan kreatif. Marwan berharap Run For Animals 2026 terus berlanjut setiap tahun serta berkembang dengan berbagai kegiatan baru yang tidak monoton.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kategori lari serta proses pendaftaran, masyarakat dapat mengakses akun resmi Instagram @run.foranimals. Melalui akun tersebut, tersedia berbagai informasi lengkap terkait persyaratan peserta, jadwal kegiatan, serta ketentuan yang harus dipenuhi sebelum mengikuti acara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....