Program BDT 2026 KemenEKRAF Dorong Talenta Digital untuk Kuasai AI
- 14 Apr 2026 14:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenekraf menyoroti minimnya pembinaan dari sekitar 4 juta pelaku industri kecil, sehingga pemanfaatan AI menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas.
- Program BDT 2026, hasil kolaborasi Kemenekraf dengan Dicoding Indonesia, menargetkan 2.200 peserta dengan pelatihan berbasis AI
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 bertujuan mencetak talenta digital yang mendorong produktivitas menggunakan AI. Hal ini disampaikan Direktur Aplikasi Kedeputian Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Tri Wahyudi.
Ia mengungkapkan, dari sekitar 4 juta pelaku industri kecil, baru sebagian kecil yang telah masuk dalam pembinaan pemerintah. Bahkan, kata Tri, hanya sekitar 2 ribu yang benar-benar mendapatkan pendampingan intensif.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk memperluas kolaborasi. Khususnya dalam peningkatan kapasitas digital melalui pemanfaatan AI.
“Siapapun belajar AI untuk programmingnya, waktu yang diperlukan antara programming yang menggunakan AI ini akan lebih cepat. Namun poin-poin untuk keamanannya juga harus diperhatikan, terutama untuk industri kecil,” kata Tri, di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Dalam kesempatan ini, KemenEKRAF menggandeng Dicoding dalam menyelenggarakan Program BDT 2026. “Kurikulum yang kami ajarkan selalu berdasarkan perkembangan zaman yang sangat cepat,” kata Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam.
Menurutnya, program ini telah menjangkau lebih dari 40 ribu talenta digital sejak diluncurkan pada 2016. Sementara itu, sekitar 15 ribu peserta berhasil memperoleh sertifikasi di bidang teknologi.
Neil mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini. Bahkan, jumlah pendaftar telah mendekati kuota hanya dalam waktu singkat sejak pendaftaran dibuka.
Untuk tahun 2026, BDT mengusung tema “Productivity with AI Bootcamp” dan dibuka bagi 2.200 peserta. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan pembelajaran, termasuk kelas praktis kecerdasan buatan, pelatihan terapan, serta workshop intensif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....