Rimba Satwa Ajak Masyarakat Jaga Hutan Lindungi Satwa

  • 13 Des 2025 17:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kondisi hutan Sumatra kian mengkhawatirkan, terutama di Kabupaten Bengkalis, Riau. Wilayah ini menjadi lokasi kerja Rimba Satwa Foundation menjaga habitat gajah Sumatra.

Founder Rimba Satwa Foundation, Solfarina, menyebut populasi gajah berada di dua kantong utama. “Kami bekerja di Suaka Margasatwa Balai Raja dan Giam Siak Kecil,” ujarnya, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Sabtu (13/12/2025).

Wawancara Pro 3 RRI dengan Founder Rimba Satwa Foundation, Solfarina (Foto: RRI NET)

Solfarina menjelaskan hutan Balai Raja rusak parah akibat alih fungsi lahan. “Dari 15.000 hektare, kini hanya sekitar 200 hektare hutan alami,” katanya.

Kerusakan habitat memicu konflik antara manusia dan gajah semakin meningkat. Menurutnya, gajah banyak berada di perkebunan sawit dan hutan tanaman industri.

Populasi gajah di Balai Raja, lanjutnya, terus menurun drastis dalam satu dekade terakhir. “Tahun 2015 ada 25 ekor, sekarang hanya tersisa dua ekor saja,” kata Solfarina.

Rimba Satwa menjalankan program berbasis individu, habitat, dan masyarakat sekitar. Patroli rutin dilakukan menggunakan aplikasi SMART untuk pencatatan dan analisis data.

Selain patroli, tim memasang GPS collar pada gajah liar di Riau. “GPS memberi peringatan dini sehingga konflik bisa dicegah lebih cepat,” ujarnya.

Solfarina mengakui tantangan besar datang dari penolakan masyarakat terdampak konflik. Namun, pendekatan pendampingan intensif perlahan membangun pemahaman bersama.

Ia mengajak masyarakat menjaga hutan demi masa depan satwa dan manusia. “Gajah adalah satwa payung, menjaga mereka berarti menjaga kehidupan kita bersama,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....