Legislator Dorong Penguatan Regulasi Wisata Konservasi untuk Daya Saing Global
- 14 Apr 2026 12:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Novita Hardini mendorong penguatan regulasi dan standarisasi wisata konservasi
- Harmonisasi kebijakan pusat dan daerah dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional
RRI.CO.ID, Jakarta — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong penguatan regulasi dan standarisasi wisata konservasi untuk meningkatkan daya saing global. Ia menilai langkah ini penting agar sektor pariwisata berbasis konservasi mampu berkembang lebih optimal.
Menurutnya, destinasi seperti Taman Safari Indonesia memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Karena Keberadaan Taman Safari tidak hanya berada di Bogor, tetapi juga berkembang di Jawa Timur dan Bali.
“Taman Safari sudah menjadi destinasi wisata kebanggaan Indonesia. Dari sisi kualitas maupun keberagaman satwa, kita bahkan masih unggul dibanding negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” ujar legislator dari fraksi PDIP ini melalui keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID di Jakarta, Selasa 14 April 2026.
Namun, ia menilai pengembangan wisata konservasi masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Salah satunya adalah belum optimalnya harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Ketidaksinkronan regulasi tersebut, lanjut Novita akan berdampak pada daya saing industri pariwisata nasional. Ia menambahkan kondisi ini juga berkaitan dengan aspek perpajakan dan insentif usaha yang belum optimal.
“Negara harus hadir memberikan dukungan kebijakan yang konkret. Agar destinasi wisata konservasi Indonesia mampu bersaing secara global,” katanya.
Selain itu, Novita menekankan pentingnya peran sosial sektor wisata konservasi dalam mendukung ekonomi masyarakat. Ia mendorong pengelola destinasi untuk berperan sebagai penggerak dan pendamping pengembangan wisata daerah.
Menurutnya, integrasi paket wisata antara destinasi utama dan daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini juga dinilai mampu mendorong pemerataan ekonomi di kawasan sekitar wisata.
Politisi ini juga menyoroti pentingnya standarisasi operasional di seluruh destinasi wisata konservasi. Standar tersebut mencakup layanan, pengelolaan, hingga sistem kesehatan satwa.
“Satwa juga membutuhkan perlindungan regulasi yang jelas, termasuk standar pelayanan medis. Saat ini negara belum sepenuhnya hadir mengatur aspek tersebut,” ujar Novita.
Novita mengapresiasi komitmen pengelola Taman Safari dalam menjaga kesehatan satwa. Meski demikian, regulasi nasional tetap diperlukan untuk memastikan standar perlindungan satwa berlaku merata di seluruh Indonesia.
Ia menegaskan Komisi VII DPR RI akan terus mendorong kebijakan strategis sektor wisata konservasi. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi daerah sekaligus citra Indonesia sebagai destinasi wisata dunia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....