Menteri Transmigrasi: China Siap Jadi Offtaker Durian Indonesia dari Kawasan Tran

  • 13 Apr 2026 17:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah China menyatakan siap untuk menjadi pembeli (offtaker) hasil produksi durian Indonesia dari kawasan transmigrasi.
  • Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara Sebut kerja sama ekspor durian Indonesia ke China akan diawali melalui pengiriman durian beku dari kawasan transmigrasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah China menyatakan siap untuk menjadi pembeli (offtaker) hasil produksi durian Indonesia dari kawasan transmigrasi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.

“Selalu persoalannya transmigrasi itu adalah ketika kita meningkatkan produktivitas lalu offtaker-nya siapa. Oleh karena itu Pemerintah Tiongkok menyediakan diri sebagai offtaker, salah satunya itu adalah konsumen durian,” kata Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat konferensi pers usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong di kantor Kementerian Transmigrasi Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Menurutnya, kerja sama ekspor durian Indonesia ke China akan diawali melalui pengiriman durian beku dari kawasan transmigrasi. Pemerintah selanjutnya menargetkan pengembangan ekspor durian segar karena lebih diminati dan memiliki permintaan tinggi di pasar China.

“Ke depan kami akan upayakan untuk durian yang segar dan itu juga yang diharapkan oleh masyarakat Tiongkok. Mereka mengharapkan durian-durian yang segar,” ucapnya.

Ia menyebut potensi produksi durian Indonesia sangat besar, termasuk dari kawasan transmigrasi. Salah satunya berada di Parigi Moutong yang dikenal sebagai salah satu sentra durian terbesar Indonesia.

“Kalau durian kebutuhan per tahun sekitar Rp120 triliun, kalau kelapa sekitar Rp110 triliun per tahun kebutuhannya. Empat miliar butir kelapa, sementara Tiongkok baru bisa memenuhi sekitar satu miliar butir,” ucap Iftitah menjelaskan.

Menurut Iftitah, kekurangan pasokan kelapa di negara China mencapai tiga miliar butir per tahun. Kondisi ini dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas ekspor komoditas kelapa.

“Indonesia dalam hal ini juga Kementerian Transmigrasi punya potensi besar. Pasalnya kami punya lahan dan tenaga kerja yang bisa ikut membantu,” ucap Iftitah menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....