Wacana Fusi NasDem-Gerindra, Saan: Belum Ada Bahasan Mendalam
- 13 Apr 2026 14:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Saan Mustopa menyebut wacana fusi antara Partai NasDem dan Partai Gerindra belum dibahas secara mendalam.
- Gagasan penggabungan partai dinilai sebagai hal wajar, namun membutuhkan pertimbangan ideologi dan identitas masing-masing.
- NasDem saat ini fokus pada penguatan struktur internal dan konsolidasi organisasi di semua tingkatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Saan Mustopa menyatakan wacana penggabungan partai belum dibicarakan serius. Ia menegaskan bahwa gagasan mengenai fusi antara NasDem dan Gerindra masih sebatas ide yang belum masuk ke ranah pembahasan internal.
Saan Mustopa mengaku kaget dengan munculnya informasi terkait rencana penyatuan dua kekuatan politik besar tersebut di ruang publik. Menurutnya, partai saat ini jauh lebih fokus pada penguatan struktur organisasi dari pusat hingga tingkat ranting terkecil.
“Ya ini juga saya baru kaget juga ya, baru mencuat terkait dengan soal isu fusi ya. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan tentu ya dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa,” ujar Saan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Wakil Ketua DPR ini menilai setiap gagasan politik merupakan hal lumrah. Ia menyebutkan bahwa sejarah Indonesia pernah mencatat adanya penyederhanaan jumlah partai politik pada periode tahun 1973 silam.
Lanjutnya, ia menekankan bahwa mewujudkan penggabungan partai pada era modern memerlukan proses pemikiran yang sangat panjang. Ia berpendapat bahwa aspek ideologi dan eksistensi masing-masing partai merupakan faktor utama yang wajib menjadi pertimbangan bersama.
“Karena membangun atau mendirikan partai itu, para pendiri partai masing-masing tentu punya idealisme, punya ide, punya gagasan Ideologi dalam kontek yang berbeda-beda. Nah ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi faktor itu juga kan perlu harus kita pertimbangkan, ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai,” kata Saan.
Saan menjelaskan bahwa sebuah partai merupakan refleksi dari cita-cita dan gagasan luhur para tokoh pendiri. Menurutnya, menyatukan perbedaan identitas dan filosofi perjuangan antarpartai bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk dilakukan saat ini.
Ia menyatakan bahwa situasi demokrasi tanah air yang terus berkembang menuntut pertimbangan matang terhadap setiap rencana strategis. Lanjutnya, segala bentuk wacana fusi harus melewati tahap negosiasi serta perencanaan yang matang dari pihak-pihak terkait.
“Jadi sekali lagi sebagai sebuah ide atau wacana atau gagasan itu hal yang biasa saja. Tapi ketika kita mau wujudkan banyak hal yang harus dipikirkan,” ucap Saan.
Saat ini internal Partai Nasional Demokrat (NasDem) masih sangat konsisten menjalankan agenda konsolidasi pada seluruh tingkatan. Saan menyebutkan bahwa penguatan struktur hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) menjadi prioritas utama kerja partai sekarang.
Lanjutnya, ia menyatakan bahwa kondisi organisasi tetap berjalan normal tanpa adanya pembahasan khusus mengenai isu penggabungan tersebut. Menurutnya, seluruh jajaran pengurus sedang mengintensifkan pembangunan struktur partai guna menghadapi kontestasi politik di masa mendatang.
“Karena kita sekarang masih fokus mengkonsolidasikan internal kita, membangun struktur partai, konsolidasi partai baik tingkat nasional, di tingkat wilayah maupun di tingkat daerah. Jadi itu fokus kita hari ini, terkait dengan soal wacana fusi itu belum menjadi pembicaraan di internal secara lebih mendalam,” kata Saan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....