Ketegangan Geopolitik, NasDem: Presiden Tegaskan Indonesia Politik Bebas-Aktif
- 04 Mar 2026 02:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dipastikan mengunjungi tinggi prinsip politik bebas-aktif. Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, usai mengikuti pertemuan bersama Presiden Prabowo.
Ia menjelaskan dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh bangsa, Presiden menegaskan posisi Indonesia sebagai negara bebas-aktif dikancah internasional. Terlebih lagi hal ini dijelaskan Ketum NasDem, dalam menyikapi situasi geopolitik saat ini yang kian memanas.
Paloh sapaan karibnya menyebut, bahwa menyikapi kondisi geopolitik saat ini, Indonesia mengedepankan rasa empati dalam krisis kemanusiaan. Secara khususnya hal itu dijelaskan Ketum NasDem, dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Menegaskan kembali bagaimana mempertahankan politik bebas dan aktif. Rasa simpati dan empati yang besar, terhadap bagaimana perjuangan rakyat Palestina tadi ditegaskan kembali (Presiden)," kata Paloh kepada wartawan usai mengikuti pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Selain itu Ketum NasDem juga turut menyoroti peranan Indonesia dalam keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Dikatakan Paloh, bahwa dalam pertemuan itu Kepala Negara juga kembali mempertegas berbagai pertimbangan dalam kepesertaan Indonesia di BoP.
Surya Paloh menilai bahwa keputusan Presiden Prabowo agar Indonesia bergabung kedalam BoP, adalah langkah strategis. Sehingga diharapkannya, Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat memainkan peranannya di BoP, untuk mewujudkan perdamaian dunia.
"Dijelaskan (Presiden Prabowo) tadi, dan ada melatarbelakangi berbagai pemikiran pemikiran yang cukup strategis, kenapa dan mengapa sehingga Indonesia mengambil posisi sebagai anggota dalam BoP," ujar Ketum NasDem Surya Paloh.
Perlu diketahui pertemuan itu dihadiri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY); dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Selain itu pertemuan juga diikuti Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Wapres ke-11 Boediono, dan Wapres ke-13 K.H Ma'ruf Amin.
Pertemuan tersebut, Presiden juga mengundang sejumlah Menlu periode 1999 -2002, Alwi Shihab, serta Menlu periode 2001-2009, Hassan Wirajuda. Tidak hanya itu, sejumlah Menteri terkait di jajaran Kabinet Merah-Putih, juga turut mengikuti pertemuan kebangsaan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....