Akademisi Soroti Faktor Turunnya Angka Kecelakaan Selama Mudik Lebaran 2026

  • 12 Apr 2026 19:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Devie Rahmawati nilai penurunan kecelakaan hasil ekosistem keselamatan terkoordinasi
  • Faktor utama meliputi kebijakan, kehadiran negara, dan kesadaran masyarakat
  • Survei Indikator mencatat 85,3 persen publik puas terhadap mudik 2026

RRI.CO.ID, Jakarta – Penurunan angka kecelakaan selama mudik Lebaran 2026 dinilai sebagai hasil kerja sistem keselamatan yang terkoordinasi. Pengamat sosial Universitas Indonesia Devie Rahmawati menyebut kondisi ini mencerminkan sinergi berbagai pihak di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari kolaborasi kebijakan, pengawasan, dan kesadaran masyarakat. Sistem yang saling mendukung dinilai menjadi kunci dalam menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman.

"Penurunan angka kecelakaan lalu lintas merupakan hasil dari bekerjanya ekosistem keselamatan yang terkoordinasi. Ini tidak hanya bergantung pada satu atau dua aktor, tetapi merupakan desain sistem yang saling mendukung," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Minggu, 12 April 2026.

Ia menjelaskan, kebijakan dan infrastruktur menjadi faktor awal dalam membangun sistem keselamatan tersebut. Rekayasa lalu lintas hingga pemanfaatan teknologi ETLE dinilai berperan penting dalam mengurangi risiko di jalan.

Selain itu, kehadiran negara melalui Operasi Ketupat 2026 juga memperkuat pengawasan di jalur mudik. Kehadiran petugas secara langsung dinilai mampu meningkatkan kewaspadaan sekaligus rasa aman pengguna jalan.

"Ketika masyarakat melihat kehadiran petugas secara nyata di lapangan, itu meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Hal ini menurunkan potensi pelanggaran serta memberikan rasa aman bahwa negara hadir," katanya.

Ia menambahkan kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan selama perjalanan. Perilaku berkendara yang lebih tertib dinilai melengkapi kebijakan serta pengawasan yang telah diterapkan.

Devie juga menilai pemanfaatan teknologi oleh Polri membantu masyarakat memperoleh informasi perjalanan secara real time. Informasi tersebut memudahkan masyarakat dalam menentukan rute dan waktu perjalanan yang lebih aman.

"Keselamatan dan kelancaran mudik bukan hanya hasil kerja negara, tetapi juga gotong royong. Kebijakan, kehadiran negara, serta kesadaran masyarakat menjadi kunci utama," ujarnya.

Pendiri sekaligus peneliti utama Indikator Burhanuddin Muhtadi menyampaikan hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap mudik tahun ini sangat tinggi. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan penilaian positif masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik.

"Sebanyak 85,3 persen masyarakat menyatakan puas terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan evaluasi publik yang cenderung positif," ujarnya.

Selain itu, sebanyak 79,8 persen responden menilai angka kecelakaan selama periode mudik mengalami penurunan. Penilaian tersebut mencakup kejadian ringan hingga fatal selama arus mudik berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....