Indonesia-Australia Perkuat Sinergi Tangkal Terorisme Berbasis Digital

  • 12 Apr 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia dan Australia memperkuat kolaborasi menghadapi ancaman terorisme berbasis digital
  • Kerja sama ini difokuskan pada radikalisasi daring dan pendanaan terorisme yang kian kompleks
  • Penguatan kerja sama dibahas dalam pertemuan bilateral di Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Australia memperkuat kolaborasi menghadapi ancaman terorisme berbasis digital. Kerja sama ini difokuskan pada radikalisasi daring dan pendanaan terorisme yang kian kompleks.

Penguatan kerja sama dibahas dalam pertemuan bilateral di Jakarta. Kedua negara menyoroti ancaman yang semakin adaptif dan menyasar generasi muda.

“Peningkatan radikalisasi daring terjadi pada anak dan remaja serta pemanfaatan teknologi digital untuk propaganda,” kata Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Bangbang Surono, Minggu, 12 April 2026. Ia juga menyoroti risiko pendanaan terorisme melalui aset virtual dan teknologi keuangan.

Bangbang menegaskan ancaman terorisme di Indonesia masih persisten dan terus beradaptasi. Aktivitas kelompok teror tetap berlangsung melalui propaganda, perekrutan, dan pendanaan digital.

Ia turut menyampaikan simpati kepada Australia atas insiden di Pantai Bondi. Indonesia menegaskan komitmen bersama menghadapi ancaman terorisme global.

Sementara itu, Gemma Huggins menekankan pentingnya dialog kontra ekstremisme kekerasan. Pendekatan Australia mencakup penghapusan konten, kontra narasi, dan literasi media.

Australia juga menyoroti penggunaan mata uang virtual dalam pendanaan terorisme. Selain itu, ancaman kecerdasan buatan seperti deepfake dinilai mempercepat radikalisasi.

Pertemuan ini diharapkan memperkuat sinergi menjaga stabilitas kawasan. Kedua negara berkomitmen melindungi masyarakat dari ancaman terorisme secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....