BNPT: Kelompok Radikal Kian Adaptif di Era Digital
- 19 Des 2025 02:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan bahwa kelompok teror terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman, terutama di era digital saat ini. Pola dan strategi terorisme kini dinilai semakin resisten dan aktif, sejalan dengan kemajuan teknologi informasi.
“Dalam istilah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terorisme itu bersifat resisten dan aktif,” kata Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono, di Surabaya, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan, sebelumnya aktivitas terorisme umumnya meliputi propaganda, rekrutmen, dan pendanaan yang dilakukan secara tatap muka. Sasaran utama kala itu adalah kelompok usia produktif 25–35 tahun, dengan proses radikalisasi yang memakan waktu relatif panjang, yakni sekitar 3-5 tahun.
Namun, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola tersebut secara drastis. Menurut Eddy, kelompok teror kini justru menyasar anak-anak di bawah umur melalui media sosial dan gim daring.
“Ancaman radikalisasi dan terorisme terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi informasi. Anak-anak dan remaja kini menjadi sasaran baru kelompok ekstremis yang bergerilya di platform digital,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, beberapa bulan lalu Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima tersangka jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang terafiliasi ISIS. Kelima tersangka tersebut terbukti melakukan radikalisasi terhadap 110 anak di berbagai provinsi melalui media sosial dan game online.
Berdasarkan hasil kajian bersama BNPT, Densus 88, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Kementerian Komunikasi dan Digital, proses radikalisasi di ruang digital dinilai jauh lebih cepat. Jika sebelumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun, kini radikalisasi dapat terjadi hanya dalam kurun tiga hingga lima bulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....