Dorong Solusi Energi dari Sampah, PSEL Kaltim Disiapkan di Dua Kawasan Strategis
- 11 Apr 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mempercepat pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kalimantan Timur
- Proyek ini difokuskan pada dua kawasan a aja utama, yakni Samarinda Raya dan Balikpapan Raya
- proyek PSEL juga terintegrasi dengan pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah mempercepat pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kalimantan Timur. Ini dilakukan sebagai langkah strategis mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi bernilai ekonomi.
Proyek ini difokuskan pada dua kawasan a aja utama, yakni Samarinda Raya dan Balikpapan Raya. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan PSEL menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional yang lebih modern..
“Melalui PSEL, sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan. Tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Hanif dalam keterangannya, Sabtu, 11 April 2026.
Di Samarinda Raya, timbulan sampah mencapai sekitar 1.034 ton per hari. Sementara kapasitas PSEL direncanakan sekitar 710 ton per hari.
Adapun di Balikpapan Raya, timbulan sampah mencapai sekitar 560 ton per hari. Dengan kapasitas pengolahan direncanakan sekitar 520 ton per hari.
Pengembangan ini menjadi krusial mengingat kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA) di kedua wilayah yang menghadapi tekanan. Keduanya tersebut yakni TPA Sambutan di Samarinda dan TPA Manggar di Balikpapan.
TPA Sambutan di Samarinda masih dalam proses peralihan dari open dumping menuju controlled landfill. Sementara TPA Manggar di Balikpapan telah mendekati batas daya tampung.
Selain menjawab tantangan lingkungan, proyek PSEL juga terintegrasi dengan pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Yang diharapkan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber,” ucap Hanif.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan komitmen daerah dalam mendukung kebijakan ini. “Kami siap mengubah persoalan sampah menjadi solusi yang bermanfaat, termasuk sebagai sumber energi bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antarwilayah dalam skema aglomerasi, pembangunan PSEL diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Dan ini sekaligus mempercepat pencapaian target nasional menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....