Menteri Ekraf Bahas Aset Kripto ICEx, Dukung Ekosistem Digital

  • 10 Apr 2026 16:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sektor ekonomi kreatif didorong untuk memanfaatkan aset digital dan Web3.
  • Sementara itu, ICEx diposisikan sebagai penggerak komersialisasi IP lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, membahas langkah-langkah strategis dalam pengembangan aset digital yang terintegrasi di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi jajaran pimpinan International Crypto Exchange (ICEx) Group, Kamis, 9 April 2026.

Menurutnya, aset digital penting sebagai alternatif pembiayaan pada ekosistem ekonomi kreatif. “Saya melihat potensi besar pada teknologi Web3 dan bursa seperti ICEx untuk mendorong tokenisasi aset ekonomi kreatif,” ujar Riefky dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta

Hal ini, katanya, akan membuka pintu alternatif pembiayaan yang lebih luas dan modern bagi para kreator lokal di Indonesia. ICEx Group sendiri merupakan bursa aset kripto yang beroperasi sebagai Self-Regulatory Organization (SRO).

ICEx Group memiliki fokus pada perdagangan aset kripto, Real World Asset (RWA), serta layanan kustodian. Sebagai SRO, ICEx memiliki fungsi krusial dalam menjaga integritas pasar serta menjamin transparansi transaksi bagi para investor.

"Kementerian Ekraf memberikan dukungan melalui kampanye 'Creative by Indonesia', mendorong ICEx bertransformasi menjadi pemain utama di level regional. Kedua, kami memosisikan ICEx sebagai enabler yang mengakselerasi komersialisasi IP lokal melalui inovasi pembiayaan alternatif seperti crowdfunding," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama sekaligus Founder For U AI, Xue Kai Pang menekankan, Indonesia merupakan pasar strategis. ICEx, menurutnya, mengintegrasikan teknologi For U AI untuk mengembangkan ekonomi berbasis kecerdasan buatan serta tokenisasi IP.

"Kami berkomitmen untuk memperkuat ekosistem Web3 serta meningkatkan literasi digital masyarakat. (Hal ini) demi memastikan Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi berbasis AI dan aset digital di kancah global," ujar Xue Kai Pang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....