Dorong Swasembada Bawang Putih Nasional, Bapanas Perkuat Perbenihan
- 10 Apr 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bapanas memperkuat sektor perbenihan bawang putih untuk mempercepat swasembada nasional
- Produksi bawang putih dalam negeri meningkat dari 2,4 ribu ton pada Maret menjadi 4,2 ribu ton pada April 2026
- Komisi IV DPR RI menegaskan perbenihan adalah titik krusial yang menentukan produktivitas dan daya saing pertanian
- Petani menghadapi kendala benih unggul dan keterbatasan lahan dataran tinggi
- Petani berharap inovasi benih dataran rendah dan peningkatan dukungan pupuk serta pendampingan
- Pemerintah memastikan penguatan perbenihan berjalan paralel dengan stabilitas pasokan dan harga
- Bawang putih masih sangat bergantung pada impor sehingga penguatan hulu jadi prioritas
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama diarahkan pada komoditas strategis bawang putih.
Penguatan sektor hulu menjadi langkah percepatan swasembada nasional. Perbenihan dinilai sebagai kunci peningkatan produksi dalam negeri.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan, kondisi pasokan bawang putih nasional saat ini relatif terjaga. Produksi dalam negeri mulai meningkat secara bertahap pada semester pertama 2026.
“Produksi dalam negeri bergerak sejak Maret sekitar 2,4 ribu ton. April meningkat menjadi sekitar 4,2 ribu ton,” kata Maino saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di BRMP Sayuran, Lembang, Kamis 9 April 2026.
Ia menyebut peningkatan ini menjadi sinyal positif. Pasokan domestik mulai mengisi kebutuhan pasar nasional.
Meski demikian, lanjut dia, pemerintah menjaga keseimbangan produksi dan harga. Penguatan perbenihan berjalan bersama pengelolaan pasokan nasional.
“Produksi akan terus didorong melalui penguatan perbenihan. Ketersediaan tetap dijaga melalui pengelolaan pasokan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, menyoroti pentingnya perbenihan. Menurutnya, benih menentukan keberhasilan sektor pertanian.
“Benih adalah titik awal dan penentu utama keberhasilan pertanian. Penguatan balai penelitian harus menjadi prioritas,” kata perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto ini.
Selain itu, lanjut dia, bawang putih masih bergantung pada impor. Penguatan sektor hulu diperlukan untuk mencapai kemandirian produksi.
Di sisi lain, petani asal Bandung Barat, Usep Saefudin membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam proses pembenihan. Keterbatasan benih unggul dan lahan masih menjadi kendala.
“Kami berharap ada inovasi benih untuk dataran rendah. Dukungan pupuk dan pendampingan sangat dibutuhkan,” kata Usep.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....