Bapanas Panggil Importir, Harga Bawang Putih Ditargetkan Turun
- 21 Feb 2026 10:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memanggil importir untuk menurunkan harga bawang putih yang masih tinggi. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan selama Ramadan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan importir wajib ikut mengendalikan harga. Peran mereka tidak hanya memasukkan stok ke dalam negeri.
"Fungsi daripada importir tidak hanya memasukkan barang, tapi mereka punya tugas yang mulia. Tugas yang khusus juga untuk menstabilkan harga," katanya dalam rilis resmi Bapanas, Jumat 20 Februari 2026.
Bapanas meminta distribusi difokuskan ke wilayah dengan harga tertinggi. Daerah Indonesia timur menjadi prioritas penguatan pasokan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 130 kabupaten dan kota mengalami kenaikan indeks harga. Sebanyak 65 persen masih berada sesuai Harga Acuan Penjualan Rp38 ribu per kilogram.
Kenaikan harga banyak terjadi di wilayah timur Indonesia. Di kawasan tersebut HAP ditetapkan maksimal Rp40 ribu per kilogram.
Ketut meminta distributor menyalurkan bawang putih dengan harga wajar. Kolaborasi pedagang, importir, dan pemerintah diperlukan menjaga stabilitas.
Pemerintah memastikan stok bawang putih nasional mencukupi hingga Idulfitri. Produksi dalam negeri diproyeksikan mulai meningkat pada Maret.
Produksi bawang putih konde diperkirakan mencapai 2,4 ribu ton pada Maret. Volume meningkat menjadi 4,2 ribu ton pada April.
Kuota impor bawang putih tahun 2026 ditetapkan 601,5 ribu ton. Angka tersebut turun dibanding realisasi impor tahun sebelumnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sanksi bagi importir yang melanggar ketentuan harga. Izin impor dapat dicabut jika tidak patuh.
"Tolong yang impor, jangan permainkan keadaan. Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir.,"'ucap Amran di sela acara Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2026 .
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....