PU Perkuat Tata Kelola dan SDM Jasa Konstruksi Hadapi Tantangan Infrastruktur
- 10 Apr 2026 09:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia (SDM) sektor jasa konstruksi. Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur nasional yang semakin kompleks dan berkelanjutan.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya kolaborasi, integritas, dan soliditas seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi menjadi kunci dalam mendorong kemajuan sektor jasa konstruksi nasional.
Dody menyebut tanpa kolaborasi yang kuat, tantangan pembangunan yang semakin kompleks akan sulit diatasi. Sehingga diperlukan sinergi yang konsisten antara pemerintah, asosiasi, dan seluruh pelaku industri konstruksi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Riky Aditya Nazir menyebut tahun 2026 sebagai momentum penguatan sektor. Ia mengatakan tata kelola jasa konstruksi perlu adaptif terhadap regulasi dan perkembangan teknologi.
“Tanpa kolaborasi kuat dan profesionalisme yang konsisten, kita akan sulit menghadapi tuntutan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan. Semua pihak harus berkomitmen pada standar mutu, keselamatan, dan inovasi,” ujarnya dalam kegiatan coffee morning Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) bersama asosiasi jasa konstruksi terakreditasi pada Kamis, 9 April 2026.
Riky menyebut penguatan sektor jasa konstruksi difokuskan pada transformasi digital layanan. Selain itu, peningkatan kualitas sertifikasi badan usaha dan kompetensi tenaga kerja juga menjadi perhatian utama.
Sementara itu, Ketua LPJK Insannul Kamil mengatakan forum tersebut menjadi ruang penguatan komunikasi antar pemangku kepentingan. Ia menyebut dialog terbuka diperlukan untuk menajamkan isu strategis sektor jasa konstruksi.
“LPJK hadir sebagai mitra strategis masyarakat jasa konstruksi dengan membangun ruang dialog terbuka, partisipatif, dan solutif. Asosiasi badan usaha, profesi, rantai pasok, LSBU, LSP, dan seluruh unsur ekosistem jasa konstruksi adalah aset yang harus dipelihara dan dikembangkan bersama,” kata Insannul.
Kementerian PU optimistis melalui penguatan kolaborasi dan kapasitas sektor konstruksi akan meningkatkan daya saing nasional. Upaya ini diharapkan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....